Lepas 429 Pekerja Migran ke Korsel, Menteri PPMI: Jadilah Duta Bangsa Indonesia

Senin, 04 November 2024 - 19:42 WIB
loading...
Lepas 429 Pekerja Migran...
Menteri PPMI Abdul Kadir Karding meminta 429 PMI menjadi duta bangsa di Korsel. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding melepas 429 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan bekerja di Korea Selatan. Dia mengingatkan agar menjaga nama baik Indonesia.

"Hari ini, untuk pertama kalinya kami melepas 429 PMI ke Korea dalam skema G-to-G (Government-to-Government)," ujarnya saat upacara pelepasan di Jakarta (4/11/2024).

Sebanyak 321 dari 429 PMI tersebut akan bekerja di sektor manufaktur. Terdiri atas 250 pekerja reguler dan 71 PMI reentry. Sementara 108 lainnya akan bekerja di sektor perikanan sebagai pekerja reguler. Dari total pekerja, 407 adalah pria dan 22 adalah wanita. "Pemerintah komitmen untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pekerja di luar negeri," katanya.

Baca juga: Probowo-Gibran Diyakini Bawa Perubahan Signifikan pada Kesejahteraan PMI

Dia mengaku telah berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memastikan pemberangkatan 429 PMI ini dilakukan dengan perencanaan matang, termasuk jaminan keamanan dari perusahaan pemberi kerja di Korea Selatan.

“Tolong adik-adik tidak hanya bekerja, tapi jadilah duta bangsa dengan memperlihatkan disiplin, etos kerja yang tinggi, dan tata krama yang baik. Tunjukkan Indonesia punya sikap yang baik dan kerja keras,” tegasnya.

Baca juga: 8 Kolonel Naik Pangkat Bintang 1 usai Dapat Promosi Jabatan dari Panglima TNI

Dia menyebut, pemerintah akan terus memperketat perlindungan bagi PMI agar terhindar dari eksploitasi. Pemerintah juga mendorong terciptanya lebih banyak peluang kerja di dalam negeri.

"Untuk mendukung keamanan PMI, tim khusus telah dibentuk dengan tugas membantu komunikasi antara PMI dan keluarga di Tanah Air, serta berkoordinasi dengan perusahaan di luar negeri. Hal ini untuk memastikan PMI mendapat perlindungan maksimal, terutama mereka yang rentan terhadap penipuan atau eksploitasi," ucapnya.

Selain perlindungan fisik, kata dia, pemerintah juga memperkuat literasi keuangan bagi para PMI, agar mereka dapat mengelola pendapatan dengan bijak. “Dengan literasi yang baik, PMI diharapkan lebih mandiri dan bijak menghadapi tantangan di luar negeri,” kata Wakil Menteri Christina Aryani.

Selain itu, para PMI dibekali pemahaman tentang jalur komunikasi yang tepat, termasuk kepada siapa mereka bisa melaporkan masalah keamanan atau keselamatan. Tujuannya agar mereka tahu ke mana harus mencari bantuan ketika diperlukan.



"Sistem pengawasan modern sedang dikembangkan oleh pemerintah untuk mempermudah pemantauan status dan keberadaan PMI di luar negeri. Sistem ini memungkinkan tim khusus merespons cepat setiap keluhan atau masalah yang dihadapi PMI," katanya.

Dengan teknologi ini, kata dia, keluarga PMI di Indonesia akan merasa lebih tenang karena mengetahui kondisi anggota keluarga mereka di Korea Selatan. “Pengawasan ini memberikan rasa aman tidak hanya bagi PMI, tetapi juga bagi keluarga di Tanah Air,” ujarnya.

Kebijakan perlindungan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada PMI saat ini, tetapi juga membuka peluang bagi generasi PMI selanjutnya untuk bekerja di luar negeri dengan aman dan terlindungi. Dia menyatakan, PMI memiliki peran besar dalam mendukung ekonomi Indonesia melalui remitansi, sekaligus menjaga nama baik Indonesia di mata dunia.

"Dengan segala dukungan yang telah disiapkan, PMI diharapkan dapat bekerja dengan fokus, aman, dan bangga sebagai perwakilan Indonesia di Korea Selatan," paparnya
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Rekomendasi
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Berita Terkini
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Infografis
Profil Miss Indonesia...
Profil Miss Indonesia 2025 Audrey Bianca, dari Runway ke Mahkota
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved