ICROM 2024 Digelar, Moderasi Agama Kunci Perdamaian di Tengah Krisis Global
Senin, 04 November 2024 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
Panel Sesi 2 memfokuskan diskusi pada pentingnya moderasi beragama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas sosial. Sesi ini menghadirkan tokoh-tokoh internasional seperti Mohd Mizan bin Mohammad Aslam dari Naif Arab for Security Sciences, Riyadh, Saudi Arabia, serta Thomas Wuchte, pendiri Center for Multilateral Leadership. Ada pula kontribusi dari Muhammad Iqbal Ahnaf dari ISFORB dan Delsy Ronnie, perwakilan Nonviolent Peaceforce untuk kawasan Asia.
Dalam Sesi 2 ini, Peter Prove, Direktur Commission of the Churches on International Affairs at World Council of Churches, memberikan pandangan secara online. Prove menekankan pentingnya kolaborasi lintas agama dalam menjaga perdamaian dan menghindari konflik di masa depan. Menurutnya, pendekatan moderasi beragama harus menjadi dasar dalam kerja sama kemanusiaan lintas budaya dan agama. Baca juga: Deretan Negara Mengalami Kelaparan Terburuk
ICROM 2024 juga menghadirkan 70 peneliti. Juga menghadirkan sesi-sesi diskusi kelompok untuk membahas tantangan yang lebih spesifik, seperti migrasi, krisis pengungsi, serta dampak perubahan iklim terhadap kemanusiaan. Dengan menghadirkan berbagai sudut pandang, konferensi ini berupaya memperkuat posisi agama sebagai solusi inklusif dalam mengatasi persoalan dunia.
Sebagai penutup, konferensi akan merumuskan sejumlah rekomendasi yang akan dipresentasikan kepada pemangku kebijakan. Diharapkan hasil dari ICROM 2024 ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih humanis dan inklusif, khususnya dalam menangani krisis kemanusiaan yang melanda dunia saat ini.
Dalam Sesi 2 ini, Peter Prove, Direktur Commission of the Churches on International Affairs at World Council of Churches, memberikan pandangan secara online. Prove menekankan pentingnya kolaborasi lintas agama dalam menjaga perdamaian dan menghindari konflik di masa depan. Menurutnya, pendekatan moderasi beragama harus menjadi dasar dalam kerja sama kemanusiaan lintas budaya dan agama. Baca juga: Deretan Negara Mengalami Kelaparan Terburuk
ICROM 2024 juga menghadirkan 70 peneliti. Juga menghadirkan sesi-sesi diskusi kelompok untuk membahas tantangan yang lebih spesifik, seperti migrasi, krisis pengungsi, serta dampak perubahan iklim terhadap kemanusiaan. Dengan menghadirkan berbagai sudut pandang, konferensi ini berupaya memperkuat posisi agama sebagai solusi inklusif dalam mengatasi persoalan dunia.
Sebagai penutup, konferensi akan merumuskan sejumlah rekomendasi yang akan dipresentasikan kepada pemangku kebijakan. Diharapkan hasil dari ICROM 2024 ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih humanis dan inklusif, khususnya dalam menangani krisis kemanusiaan yang melanda dunia saat ini.
(poe)
Lihat Juga :