Penyatuan Jerman Bisa Jadi Model Reunifikasi Korea

Sabtu, 02 November 2024 - 16:27 WIB
loading...
A A A
Korea Utara juga telah mengubah lirik lagu kebangsaannya, yang bermaksud menyebut seluruh Semenanjung Korea, dan telah menghapus Korea Selatan dari peta cuacanya. Tindakan Korea Utara di masa mendatang dengan menolak konsep "satu negara," dapat diprediksi dari kasus Jerman Timur.

Mirip dengan penafsiran ulang yang dilakukan oleh Jerman Timur terhadap tokoh-tokoh sejarah seperti Frederick Agung dan Martin Luther, Korea Utara kemungkinan akan mengejar inisiatif budaya untuk memperkuat gagasan tentang "negara sosialis." Namun, upaya tersebut pada dasarnya mengakui secara internal di Korea Utara bahwa reunifikasi berdasarkan sistem mereka sendiri sulit untuk dicapai.

Upaya untuk mengubah arah sejarah secara artifisial tidak mungkin berhasil. Setelah menegaskan "teori dua negara," Korea Utara menghilangkan konsep "unifikasi" dan "rekan senegara" secara internal. Mereka juga membubarkan departemen yang menangani Korea Selatan, dan memutus kontak dan dialog, yang menyebabkan memburuknya hubungan antar-Korea.

Demikian pula, pada tahun 1984, Jerman Timur mengganti nama Departemen Jerman Barat (ZK-Westabteilung) Komite Sentralnya menjadi Departemen Politik dan Ekonomi Internasional (ZK-Abteilung Internationale Politik und Wirtschaft) untuk menutupinya. Pada 15 Agustus 2024, Pemerintah Korea Selatan mengumumkan doktrin penyatuannya, yang dengan jelas menguraikan visi untuk penyatuan kembali yang didasarkan pada nilai-nilai kebebasan.

Namun, tidak seperti di masa lalu, Korea Utara tetap diam dalam menanggapi perkembangan ini. Sementara terobosan untuk dialog antara kedua Korea belum ditemukan, satu hal tetap pasti: semua orang Korea, baik di Utara maupun Selatan, mendambakan hari terjadinya "Apa yang dimiliki bersama akan tumbuh bersama (Jetzt wächst zusammen, was zusammen gehört)" seperti dikatakan Kanselir Willy Brandt. Dalam semangat ini, saya juga berharap bahwa Jerman, yang menjadi model bagi masa depan Korea yang bersatu, akan mencapai integrasi penuh.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved