Penyatuan Jerman Bisa Jadi Model Reunifikasi Korea

Sabtu, 02 November 2024 - 16:27 WIB
loading...
A A A
Di Thuringia, partai AfD mengamankan lebih dari sepertiga kursi, yang memungkinkan mereka untuk memveto keputusan penting mereka diri. Di Sachsen, Partai Die Linke, penerus Partai Komunis Jerman Timur, hanya memperoleh 4,5% suara proporsional, sehingga terlihat tidak mungkin untuk mengamankan kursi di parlemen provinsi.

Namun, dengan dua kandidat yang memenangkan pemilihan langsung, Partai Die Linke mempertahankan enam kursi dan berhasil tetap menjadi partai di dalam parlemen. Partai Die Linke sekarang menghadapi risiko kepunahan. Partai tersebut ditantang oleh AfD dan partai sayap kiri baru BSW (Bündnis Sara Wagenknecht), yang telah menjauhkan diri dari politik sayap kiri tradisional.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa bekas Jerman Timur, terlepas dari asal-usulnya, sedang berubah menjadi masyarakat yang berbeda. Pada saat yang sama, ada perspektif seperti yang dikemukakan Profesor D. Oschmann, yang menyebut "Jerman Timur sebagai penemuan Jerman Barat (Der Osten: Eine westdeutsche Erfindung)", dan membingkai Jerman yang sudah reunifikasi sebagai konflik berkelanjutan antara Barat dan Timur.

Melalui reunifikasi, Jerman tidak hanya menawarkan Korea Selatan visi tentang potensi penyatuan Semenanjung Korea, tetapi juga mencerminkan realitas perpecahan di semenanjung saat ini melalui masa lalu. Pada Rapat Pleno Komite Sentral pada 30 Desember 2023, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan bahwa hubungan antar-Korea "bukan lagi hubungan antara sesama warga negara" melainkan "hubungan permusuhan antara dua negara."

Lebih jauh, selama Majelis Rakyat Tertinggi pada 15 Januari 2024, Kim Jong-un menegaskan bahwa konsep "unifikasi" dan "warga senegara" harus dihilangkan sepenuhnya. Perubahan sikap Korea Utara ini mencerminkan tanggapan Jerman Timur di masa lalu.

Kanselir Jerman Barat Willy Brandt, pada 28 Oktober 1969, mencabut klaim Jerman Barat atas perwakilan tunggal dan secara efektif mengakui Jerman Timur sebagai sebuah negara. Di saat yang sama, dia menekankan perlunya "mempertahankan persatuan nasional" untuk reunifikasi di masa mendatang.

Sebagai respons, Jerman Timur menanggapinya dengan menegaskan keberadaan dua bangsa dan masyarakat yang terpisah (Jerman Barat sebagai negara kapitalis, Jerman Timur sebagai negara sosialis). Demikian pula, seperti halnya Jerman Timur melarang menyanyikan lagu kebangsaannya. Karena lirik tertentu seperti "Jerman, satu tanah air (Deutschland, einig Vaterland)".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
Prabowo Ingin Perbanyak...
Prabowo Ingin Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia
Prabowo Puji Aksi Heroik...
Prabowo Puji Aksi Heroik Sugianto Selamatkan Lansia dari Kebakaran di Korsel
Menko Airlangga Ungkap...
Menko Airlangga Ungkap Kelanjutan Proyek Jet Tempur KF-21
Momen Prabowo dan Lee...
Momen Prabowo dan Lee Jae Myung Bertemu Carmen Hearts2Hearts, Kompak Lakukan Simbol Hati
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Rekomendasi
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
Team RS–Telkomsel...
Team RS–Telkomsel 5G Juarai Grup R pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Berita Terkini
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved