Indonesian Heritage Agency Ajak Generasi Muda Cintai Museum melalui LCCM
Jum'at, 01 November 2024 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
“Budaya museum adalah budaya belajar. Di sini, anak-anak muda dapat memahami substansi isi dari museum kita dan kekayaan budaya yang ada,” tambahnya.
Lewat lomba ini, diharapkan peserta dapat lebih menghargai dan memahami nilai-nilai sejarah serta budaya bangsa. Lomba Cerdas Cermat Museum 2024 juga menjadi momentum penting dalam upaya revitalisasi museum di Indonesia.
Fadli Zon menegaskan bahwa kementeriannya berkomitmen untuk meningkatkan standar museum agar lebih menarik bagi pengunjung, terutama generasi muda. “Kita sedang melakukan standarisasi museum agar narasi dan edukasinya semakin baik, serta tampilan yang menarik,” jelasnya.
Kementerian Kebudayaan juga berencana untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan museum. “Digitalisasi artefak-artefak yang ada di museum adalah langkah strategis untuk menarik minat anak-anak muda,” ungkap Fadli Zon.
Lebih lanjut, Fadli Zon menyatakan bahwa kementeriannya akan bekerja sama dengan komunitas-komunitas dan asosiasi museum untuk memastikan bahwa museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan barang-barang bersejarah, tetapi juga menjadi ruang yang dinamis dan interaktif. “Kami ingin museum menjadi hidup dan relevan bagi masyarakat terutama generasi muda,” tegasnya.
Acara LCCM ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menjawab berbagai pertanyaan seputar sejarah, seni, dan budaya Indonesia. Dengan adanya semangat kompetisi yang tinggi, para peserta menunjukkan pengetahuan luas mereka tentang kekayaan budaya bangsa.
Dia pun berharap dengan adanya teknologi, lebih banyak orang yang tertarik untuk mengunjungi museum dan belajar tentang sejarah serta budaya Indonesia.
Lewat lomba ini, diharapkan peserta dapat lebih menghargai dan memahami nilai-nilai sejarah serta budaya bangsa. Lomba Cerdas Cermat Museum 2024 juga menjadi momentum penting dalam upaya revitalisasi museum di Indonesia.
Fadli Zon menegaskan bahwa kementeriannya berkomitmen untuk meningkatkan standar museum agar lebih menarik bagi pengunjung, terutama generasi muda. “Kita sedang melakukan standarisasi museum agar narasi dan edukasinya semakin baik, serta tampilan yang menarik,” jelasnya.
Kementerian Kebudayaan juga berencana untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan museum. “Digitalisasi artefak-artefak yang ada di museum adalah langkah strategis untuk menarik minat anak-anak muda,” ungkap Fadli Zon.
Lebih lanjut, Fadli Zon menyatakan bahwa kementeriannya akan bekerja sama dengan komunitas-komunitas dan asosiasi museum untuk memastikan bahwa museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan barang-barang bersejarah, tetapi juga menjadi ruang yang dinamis dan interaktif. “Kami ingin museum menjadi hidup dan relevan bagi masyarakat terutama generasi muda,” tegasnya.
Acara LCCM ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menjawab berbagai pertanyaan seputar sejarah, seni, dan budaya Indonesia. Dengan adanya semangat kompetisi yang tinggi, para peserta menunjukkan pengetahuan luas mereka tentang kekayaan budaya bangsa.
Dia pun berharap dengan adanya teknologi, lebih banyak orang yang tertarik untuk mengunjungi museum dan belajar tentang sejarah serta budaya Indonesia.
Lihat Juga :