Ketua Depinas SOKSI Prihatin Terjadi Gelombang PHK di Indonesia
Kamis, 31 Oktober 2024 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
“Bahkan dalam jangka panjang, jika kondisi ini terus dibiarkan maka instabilitas sosial politik masyarakat berujung pada disintegrasi dan hilangnya kewibawaan pemerintah sebagai keniscayaan,” tegas Dina, Kamis (31/10/2024).
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kekuatan utama dalam optimalisasi sumber daya nasional yang dimiliki suatu bangsa atau negara. Polemik SDM ini tidak hanya berkutat pada obstacle bernuansa material atau teknis.
Hal tersebut mengingat kecerdasan manusia bukan semata-mata andalan kemajuan, lebih dari itu nilai-nilai luhur yang berbasiskan ruh Pancasila mengandung makna daya adaptasi, gotong royong, keseimbangan dan kesinambungan ekosistem, karenanya kehadiran dan peran manusia tidak bisa serta digantikan oleh teknologi modern, urai Dina.
Penduduk Indonesia tahun 2024 mencapai lebih 280 juta jiwa, terpadat keempat sedunia atau sekitar 3,5% dari populasi global. Sekitar 40% nya tinggal di daerah pedesaan. Artinya korban PHK Industri secara khusus akan berdampak sosial politik di wilayah perkotaan yang cenderung padat penduduk (60%).
Berdasar Data BPS Februari 2024, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 150 juta jiwa, sekitar 95% terserap di dunia kerja dengan proporsi pekerja formal lebih sedikit dari pekerja informal. Hal tersebut mengindikasikan kondisi ketenagakerjaan Indonesia belum optimal, ujar Dina yang juga srikandi asli Soloraya ini.
Dina yang berprofesi sebagai dosen dan peneliti senior ini mengatakan, alih-alih ikhtiar strategis memperkuat industri nasional dan hilirisasi yang lebih bermakna dengan mengandalkan sumber daya nasional dan berorientasi ekspor, belakangan justru bertambah deret runtuhnya industri Tanah Air mempertahankan dirinya terutama di kurun waktu terakhir sejak Pandemi Covid-19.
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kekuatan utama dalam optimalisasi sumber daya nasional yang dimiliki suatu bangsa atau negara. Polemik SDM ini tidak hanya berkutat pada obstacle bernuansa material atau teknis.
Hal tersebut mengingat kecerdasan manusia bukan semata-mata andalan kemajuan, lebih dari itu nilai-nilai luhur yang berbasiskan ruh Pancasila mengandung makna daya adaptasi, gotong royong, keseimbangan dan kesinambungan ekosistem, karenanya kehadiran dan peran manusia tidak bisa serta digantikan oleh teknologi modern, urai Dina.
Penduduk Indonesia tahun 2024 mencapai lebih 280 juta jiwa, terpadat keempat sedunia atau sekitar 3,5% dari populasi global. Sekitar 40% nya tinggal di daerah pedesaan. Artinya korban PHK Industri secara khusus akan berdampak sosial politik di wilayah perkotaan yang cenderung padat penduduk (60%).
Berdasar Data BPS Februari 2024, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 150 juta jiwa, sekitar 95% terserap di dunia kerja dengan proporsi pekerja formal lebih sedikit dari pekerja informal. Hal tersebut mengindikasikan kondisi ketenagakerjaan Indonesia belum optimal, ujar Dina yang juga srikandi asli Soloraya ini.
Dina yang berprofesi sebagai dosen dan peneliti senior ini mengatakan, alih-alih ikhtiar strategis memperkuat industri nasional dan hilirisasi yang lebih bermakna dengan mengandalkan sumber daya nasional dan berorientasi ekspor, belakangan justru bertambah deret runtuhnya industri Tanah Air mempertahankan dirinya terutama di kurun waktu terakhir sejak Pandemi Covid-19.
Lihat Juga :