Harapan untuk Menkes Budi Gunadi Sadikin

Selasa, 22 Oktober 2024 - 07:25 WIB
loading...
A A A
Sedangkan instrumen pengendalian konsumsi rokok yang akan dilakukan sebagaimana mandat PP Nomor 28/2024 antara lain: larangan total iklan rokok di media internet dan media sosial, penjualan rokok berbasis zona, larangan penjualan eceran, plus bungkus rokok yang distandarkan. Tembakau/rokok itu produk yang dikenai cukai, sehingga sudah sepantasnya penjualan dan iklannya dibatasi dan dikendalikan. Tidak seharusnya tembakau/rokok dijual seperti kacang goreng, atau bahkan bahan makanan. Dan konsumsi dan penjualan masif rokok (tanpa kendali), menyebabkan anak dan remaja menjadi korbannya, dan terbukti prevalensi merokok pada anak di Indonesia sangat signifikan peningkatannya (9,1 persen).

Kalangan rumah tangga menengah bawah, pendapatannya juga tergerus untuk membeli rokok, rata rata mencapai lebih dari 11 persen dari total pendapatannya. Jauh lebih tinggi daripada untuk membeli kebutuhan lauk pauk. Pantaslah jika prevalensi stunting di Indonesia masih sangat tinggi, yakni 21,6 persen. Upaya pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting ke angka 14 persen, sepertinya mustahil jika pola perilaku masyarakat (di rumah tangga miskin) justru tergerus untuk beli rokok, bukan untuk beli lauk pauk dan makanan bergizi.

Oleh karena itu, seharusnya Menkes BGS diharapkan tidak mengalami kegamangan/keraguan untuk mengimplementasikan PP Nomor 28/2024 tentang Kesehatan, demi melindungi kepentingan publik yang lebih luas dan berjangka panjang. Bahwa ada tekanan (keras) dari kelompok yang kontra, harus dimaknai sebagai risiko sebuah kebijakan publik. Toh klaim klaim mereka selama ini tidak berdasar evidance based yang jelas, dan terbukti sebaliknya.

Spirit dan substansi PP Nomor 28/2024 justru sangat mendesak untuk melindungi dan mewujudkan kesehatan masyarakat, dan secara spesifik sebagai instrumen untuk menekan tinggginya prevalensi penyakit tidak menular. Jika fenomena ini tak dikendalikan, maka upaya untuk mewujudkan bonus demografi pada 2030 dan generasi emas pada 2045, hanya akan menjadi mitos belaka. Sebaliknya, akan mendorong lahirnya generasi cemas dan generasi lemas. PP Nomor 28 Tahun 2024 adalah hak asasi warga negara untuk mencapai kualitas hidup yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
9 WNI Jalani Pemeriksaan...
9 WNI Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki Sebelum Kembali ke Indonesia
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Rekomendasi
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved