Ketua BWI: Hasil Kelola Wakaf Bisa Bantu Program Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 10:21 WIB
loading...
Ketua BWI: Hasil Kelola...
Ketua BWI Kamaruddin Amin bersama jajarannya memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Jumat (11/10/2024) malam. Foto: SINDOnews/Abdul Malik Mubarok
A A A
JAKARTA - Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kamaruddin Amin menuturkan wakaf dapat menjadi instrumen untuk membantu pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam program makan bergizi gratis. Nantinya wakaf dapat disalurkan untuk membantu pondok pesantren dan anak-anak santri yang membutuhkan makan bergizi gratis.

"Kalau pengumpulan wakaf kita banyak ini bisa jadi instrumen untuk membantu pemerintah (baru) kita, membantu santri-santri kita untuk makanan bergizi. Itu bisa kita ambil dari wakaf kalau jumlahnya sudah banyak," ujar Kamaruddin di Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2024) malam.

Baca juga: Makan Bergizi Gratis Dipastikan Masuk APBN 2025, Anggarannya Rp71 Triliun

Menurut dia, membantu orang yang membutuhkan itu bukan hanya kewajiban pemerintah, namun juga menjadi tugas masyarakat yang memiliki ekonomi berkecukupan. Wakaf merupakan sarana dari agama Islam untuk berkontribusi bagi yang membutuhkan.

"Dalam konsep Islam, membantu orang lemah itu yang membutuhkan wajib bagi siapa pun yang mampu. Jadi sebenarnya berwakaf itu, menurut saya wajib hukumnya," katanya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama itu mengatakan, wakaf adalah salah satu instrumen yang disiapkan oleh Islam untuk pengentasan kemiskinan, meningkatkan kualitas, dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, BWI akan menjadikan wakaf sebagai powerfull instrument untuk membantu pemerintah mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan di antaranya pengentasan kemiskinan dan program prioritas lainnya. Misalnya membantu menyediakan anak-anak madrasah makanan bergizi atau memberikan beasiswa.

Untuk memujudkannya, BWI akan meluncurkan Gerakan Indonesia Berwakaf yang mengajak masyarakat untuk berwakaf berapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Gerakan ini bertujuan menggali potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp180 triliun per tahun. Saat ini potensinya baru terwujud Rp2,3 triliun.

"Gerakan Indonesia Berwakaf ini wakaf uang. Kalau potensi (wakaf uang) Rp180 triliun per tahun itu bisa dikapitalisasi, tidak usah 100%, 10% saja, Rp18 triliun saja, setiap tahun jumlahnya sungguh luar biasa," ucap Kamaruddin.

Melalui Gerakan Indonesia Berwakaf, BWI bercita-cita berwakaf menjadi gaya hidup yang dilakukan oleh semua kalangan. BWI sedang mempersiapkan instrumennya untuk mendukung mewujudkan cita-cita tersebut.

Aset Wakaf

Menurut Kamaruddin, aset wakaf di Indonesia tersebar di 450.000 titik dengan nilai sekitar Rp2.000 triliun. Sebagian besar aset wakaf berupa masjid, pesantren, madrasah, kuburan, hingga kantor pemerintahan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan BWI, madrasah negeri yang berdiri di atas tanah wakaf berada di 1.180 lokasi, dengan total luas tanah sebesar 80.577.682 meter persegi. Sementara itu madrasah swasta, yang berupa bangunan musala menempati 35.059, dengan total luas lahan sebesar 2.714.800.001 meter persegi.

Bahkan Kantor Urusan Agama (KUA) yang berjumlah 5.927 unit, 1.100 di antaranya berdiri di tanah wakaf. Kamaruddin menyebut aset-aset itu termasuk wakaf produktif karena memberikan banyak sekali aktivitas layanan publik.

"Tapi ada sekitar 9,9% itu yang masih idle dan berpotensi diproduktifkan. Jadi tantangan kita sekarang di BW adalah bagaimana aset wakaf ini produktif. Bagaimana supaya aset wakaf ini bernilai ekonomis," ujarnya.

BWI bersama Kementerian Agama sebagai otoritas perwakafan di Indonesia sedang berupaya menjadikan aset-aset wakaf yang terbengkalai dijadikan aset produktif. BWI mengundang masyarakat yang memiliki keinginan dan kemampuan untuk mengelola aset-aset idle tersebut menjadi aset produktif.

"Ada banyak tanah wakaf yang sudah kita produktifkan, misalnya ada peternakan, perikanan, perkebunan, dan berbagai hal lainnya. Bahkan juga ada usaha kecil menengah yang sudah dikembangkan baik oleh BWI maupun Kementerian Agama," katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
Anwar Abbas Apresiasi...
Anwar Abbas Apresiasi Kejagung Tangkap Petinggi BGN: Bukti Hukum Tidak Pandang Bulu
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
Rekomendasi
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Berita Terkini
Wamenlu Ungkap Prabowo...
Wamenlu Ungkap Prabowo Minta Maaf soal Terlambat Menerima Surat Kepercayaan Dubes
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Prabowo Tegaskan Politik...
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif saat Bertemu 8 Dubes di Istana
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Infografis
Mitos atau Fakta Makan...
Mitos atau Fakta Makan Taoge Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved