Ultimatum Prabowo ke Ketum Parpol: Jangan Tugaskan Menteri untuk Cari Uang dari APBN

Kamis, 10 Oktober 2024 - 19:16 WIB
loading...
Ultimatum Prabowo ke...
Prabowo Subianto mengungkapkan telah mengultimatum semua ketua umum parpol koalisinya agar tidak menugaskan kader menjadi menteri untuk mencari uang dari APBN. Foto/YouTube PKB
A A A
JAKARTA - Presiden Terpilih Prabowo Subianto mengungkapkan telah mengultimatum semua ketua umum (ketum) partai politik (parpol) koalisinya agar tidak menugaskan kader menjadi menteri untuk mencari uang dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketua Umum Partai Gerindra itu terang-terangan dalam sambutannya di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (10/10/2024).

“Saya sudah sampaikan kepada semua partai yang mau bergabung dalam koalisi saya. Terang-terangan saya katakan semua ketua umum, semua perwakilan, saya katakan jangan menugaskan menteri-menteri yang saudara tunjuk di pemerintah yang saya pimpin, jangan saudara tugaskan untuk cari uang dari APBN APBD," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, saat ini sudah memasuki zaman digital. Menteri Pertahanan (Menhan) ini pun memperingati bagi calon menteri tak menyelewengkan APBN.

Baca juga: Prabowo di Acara PKB: Saya Enggak Tahu Kapan Diundang PDIP



"Zamannya sekarang susah, ini zaman digital, ini zaman teknologi, ini zaman pengamatan sangat cepat, jangan coba-coba," tegasnya.

Meski begitu, Prabowo memahami, setiap partai politik pasti memerlukan uang dan sumber daya. Namun, ia berharap pencarian uang itu dilakukan dengan cara yang halal.

"Ini terbuka saja kita, mari kita kelola kekayaan kita, sehingga kita bisa mendukung semua institusi dengan baik, terang-terangan, kenapa tidak," terang Prabowo.

Baca juga: Karier Politik Prabowo Subianto: Ikut Konvensi Golkar, Dirikan Gerindra, hingga Menjadi Presiden Terpilih 2024

Menurutnya, sumber daya Indonesia sangat besar. Salah satunya, kata dia, sumber daya alam. "Peluang ekonomi kita sangat besar, kekayaan laut kita besar, pantai kita salah satu terbesar di dunia," tandasnya.

Maruli Simanjuntak Pastikan Proses Pelantikan Prabowo-Gibran Tak Ada Gangguan

Ultimatum Prabowo ke Ketum Parpol: Jangan Tugaskan Menteri untuk Cari Uang dari APBN


Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan bahwa pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober mendatang tak ada gangguan. “Saya kira tidak ada permasalahan ya. Kita sudah sampai perkembangan terakhir. Jadi kekuatan-kekuatan sudah kita baca hampir tidak ada (potensi gangguan),” kata Maruli Simanjuntak kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/10/2024).

Baca juga: Kabar Terbaru Pelantikan Prabowo-Gibran, Jusuf Kalla Bakal Hadir

Maruli menjelaskan, TNI AD akan melakukan pengamanan saat acara pelantikan di Gedung MPR-DPR. Tak hanya itu, anggota TNI juga akan disiapkan di kawasan Istana Kepresidenan.

“Jadi kita hanya mempersiapkan pengamanan yang rutin saja, tidak ada hal-hal yang terlalu menonjol kira-kira. Mudah-mudahan bisa lancar nanti. Nanti dilantik DPR datang ke Istana, nanti presiden yang sudah menyelesaikan masa tugasnya kembali ya kita amankan itu aja supaya keamanan tertib, nah itu juga yang kita bantu," ujarnya.

Baca juga: Prabowo, Kabinet Gemuk, dan Ragam Sinyal dari Orang Dekatnya

Sebagai informasi, pelantikan Presiden dan Wapres terpilih Prabowo-Gibran akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2024. Menteri Sekretaris Negara Pratikno memastikan Presiden Jokowi akan menghadiri pelantikan tersebut.

"Insya Allah datang. Jadi Pak Presiden memang sejak awal sudah mengatakan akan datang di pelantikan. So pastilah Pak Presiden hadir di pelantikan nanti 20 Oktober," kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/10/2024).

"Jadi hadir di DPR, hadir di DPR," tegasnya.

Baca juga: Deretan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan yang Diterima Prabowo Subianto

Pratikno menjelaskan secara aturan kenegaraan tidak ada kewajiban bagi Jokowi untuk menghadiri pelantikan Prabowo di DPR. Namun, kehadiran presiden pada pelantikan presiden terpilih telah dilakukan pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Jadi kalau aturan enggak ada. Tapi kan selama ini juga hadir pada waktu tahun 2014 Pak Presiden SBY dan Pak Wapres Boediono hadir. Jalan dulu masuk kemudian disusul oleh waktu itu presiden terpilih Jokowi dan Pak Wapres terpilih Pak JK masuk. Terus biasa kan di depan seperti 2014 dulu jadi ada presiden dan presiden terpilih wapres dan wapres terpilih setelah pelantikan ganti posisi itu aja," jelasnya.

Pratikno mengungkapkan nantinya Jokowi akan bertemu langsung Prabowo di DPR pada saat pelantikan. Setelahnya, Jokowi akan terlebih dahulu tiba di Istana Merdeka untuk mempersiapkan acara pisah sambut.

"Nah karena Pak Presiden kan nanti acaranya kan pisah sambut ya. Jadi setelah pelantikan di DPR rencananya Pak Presiden ke 7 akan lebih dulu berangkat ke Istana Merdeka. Kemudian nanti Pak Presiden Prabowo menyusul. Acara pisah sambut," ungkapnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Rekomendasi
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Berita Terkini
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Ini Makna Logo HUT ke-81...
Ini Makna Logo HUT ke-81 RI yang Telah Resmi Diluncurkan
Pigai Desak Kematian...
Pigai Desak Kematian 5 Peserta SPPI Diusut Tuntas: Ini Peristiwa yang Serius
Logo HUT ke-81 RI Resmi...
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Fajar Novario Asal Padang Terpilih
Roy Suryo Siapkan Rekaman...
Roy Suryo Siapkan Rekaman Video Penangkapannya sebagai Bukti Praperadilan
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Infografis
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Dunia MotoGP dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved