Raga Awandayu Prakasa Bawa Aspirasi Pendidikan Diaspora Indonesia ke Istana
Kamis, 03 Oktober 2024 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Raga Awandayu Prakasa juga menjelaskan pembahasan pendidikan ini bukan hanya tentang memberikan dukungan yang memadai bagi pelajar Indonesia. Namun juga berkaitan dengan masa depan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi, yang merupakan aset penting dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Atase Pendidikan di KBRI akan menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan kompetitif di tingkat global. Dukungan bagi diaspora sangat penting tidak hanya untuk keberhasilan individu mereka, tetapi juga krusial bagi masa depan bangsa.
Dengan pendidikan yang berkualitas dan terarah, diaspora dapat kembali ke Indonesia dan berkontribusi langsung dalam pembangunan. Ia menambahkan, pembentukan Atase Pendidikan, terutama di negara-negara dengan jumlah pelajar Indonesia yang signifikan seperti Turki, akan membantu menjawab tantangan pendidikan yang dihadapi diaspora. ”Ini juga langkah penting untuk memastikan mereka tetap terhubung dengan Tanah Air meskipun berada jauh di luar negeri," jelasnya. Baca juga: Calon Pemimpin Muda dan Diaspora Berbagi Pandangan tentang Masa Depan Ekonomi ASEAN
Audiensi ini juga dihadiri oleh berbagai komunitas lainnya, termasuk Raga Awandayu Prakasa dan wakilnya, Idris Sardi D.M., serta Yogi Syahputra sebagai Co-Founder Youth on Policy. Selain itu, rekan-rekan dari geoimpact.id, Wadah Baik, Tadaluko Youth Movement, dan Gensmart ID turut serta dalam pertemuan ini. Hal ini menunjukkan komitmen kolektif dalam menyampaikan aspirasi dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda.
Atase Pendidikan di KBRI akan menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan kompetitif di tingkat global. Dukungan bagi diaspora sangat penting tidak hanya untuk keberhasilan individu mereka, tetapi juga krusial bagi masa depan bangsa.
Dengan pendidikan yang berkualitas dan terarah, diaspora dapat kembali ke Indonesia dan berkontribusi langsung dalam pembangunan. Ia menambahkan, pembentukan Atase Pendidikan, terutama di negara-negara dengan jumlah pelajar Indonesia yang signifikan seperti Turki, akan membantu menjawab tantangan pendidikan yang dihadapi diaspora. ”Ini juga langkah penting untuk memastikan mereka tetap terhubung dengan Tanah Air meskipun berada jauh di luar negeri," jelasnya. Baca juga: Calon Pemimpin Muda dan Diaspora Berbagi Pandangan tentang Masa Depan Ekonomi ASEAN
Audiensi ini juga dihadiri oleh berbagai komunitas lainnya, termasuk Raga Awandayu Prakasa dan wakilnya, Idris Sardi D.M., serta Yogi Syahputra sebagai Co-Founder Youth on Policy. Selain itu, rekan-rekan dari geoimpact.id, Wadah Baik, Tadaluko Youth Movement, dan Gensmart ID turut serta dalam pertemuan ini. Hal ini menunjukkan komitmen kolektif dalam menyampaikan aspirasi dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda.
(poe)
Lihat Juga :