HUT ke-79 TNI, Kemandirian Produksi Alutsista Kunci Sishankamrata
Rabu, 02 Oktober 2024 - 09:11 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 6 Pati TNI AU Resmi Naik Pangkat, Danlanud Halim hingga Kepala LPMPP Unhan
Mantan anggota Komisi l DPR ini juga menyoroti pembebasan pilot Susi Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) beberapa waktu lalu.
"Menurut saya dilepaskannya pilot oleh KKB sudah bagus tetapi jangan hanya dilepas. Pilot tersebut juga harus diwawancara pihak berwajib apakah dia juga mendengar rencana KKB ke depan setelah melepas sang pilot. Ini penting untuk pendataan intelijen berikut pemetaannya," paparnya.
Terkait dengan anggaran alutsista, kata Nuning, ada beberapa hal yang harus perhatikan. Berdasarkan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) maka pola operasi militer TNI baik pada masa damai maupun masa perang menggunakan paradigma Defensif-Aktif.
Artinya, pola operasi tidak ditujukan untuk tujuan menyerang negara lain tapi ditujukan untuk bertahan dari serangan negara manapun. "Meski demikian, pola operasi pertahanan tidak bersifat pasif, melainkan harus aktif," paparnya.
"Meskipun proses pemilihan dan pengadaan alutsista tersebut sudah menggunakan mekanisme yang benar, tetapi negara lain sebagai produsen alutsista juga tidak selalu bisa menjual produk alutsista yang kita butuhkan," sambungnya.
Mantan anggota Komisi l DPR ini juga menyoroti pembebasan pilot Susi Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) beberapa waktu lalu.
"Menurut saya dilepaskannya pilot oleh KKB sudah bagus tetapi jangan hanya dilepas. Pilot tersebut juga harus diwawancara pihak berwajib apakah dia juga mendengar rencana KKB ke depan setelah melepas sang pilot. Ini penting untuk pendataan intelijen berikut pemetaannya," paparnya.
Terkait dengan anggaran alutsista, kata Nuning, ada beberapa hal yang harus perhatikan. Berdasarkan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) maka pola operasi militer TNI baik pada masa damai maupun masa perang menggunakan paradigma Defensif-Aktif.
Artinya, pola operasi tidak ditujukan untuk tujuan menyerang negara lain tapi ditujukan untuk bertahan dari serangan negara manapun. "Meski demikian, pola operasi pertahanan tidak bersifat pasif, melainkan harus aktif," paparnya.
"Meskipun proses pemilihan dan pengadaan alutsista tersebut sudah menggunakan mekanisme yang benar, tetapi negara lain sebagai produsen alutsista juga tidak selalu bisa menjual produk alutsista yang kita butuhkan," sambungnya.
Lihat Juga :