alexametrics

Jokowi Sebut Ada yang Ingin Tamparnya, Pimpinan MPR Tak Merasa Disindir

loading...
Jokowi Sebut Ada yang Ingin Tamparnya, Pimpinan MPR Tak Merasa Disindir
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani tidak merasa disindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait isu amendemen UUD 1945. Sebab, kata Arsul Sani, wacana amendemen UUD 1945 itu muncul bukan dari pimpinan MPR.

"Enggak lah (Merasa disindir-red). Kan wacana itu datang bukan dari pimpinan MPR," ujar Arsul Sani kepada SINDOnews, Senin (2/12/2019).

Namun, lanjut dia, Pimpinan MPR selalu menjawab pertanyaan awak media terkait amendemen UUD 1945 itu. "Sama dengan ketika ditanyakan soal ajukan usul satu periode tapi 6-7 tahun," ungkap Sekretaris Jenderal PPP ini.



Dia mengungkapkan, tokoh nasional sekaligus pengamat intelijen Suhendra Hadikuntono yang mengusulkan agar presiden dan wakil presiden bisa menjabat tiga periode. Diberitakan SINDOnews sebelumnya, Presiden Jokowi menolak wacana perpanjangan kekuasaan presiden dan wakil presiden RI menjadi tiga periode.

Menurut Jokowi, ada pihak yang ingin menampar mukanya melalui isu amendemen UUD 1945. Selain itu, kata dia, pihak tersebut juga ingin cari muka.

Di samping itu, Jokowi mengaku dirinya ingin dijerumuskan oleh pihak yang memunculkan isu amendemen UUD 1945 itu.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak