Profil Sejarawan Bonnie Triyana Pengganti Tia Rahmania
Kamis, 26 September 2024 - 18:59 WIB
loading...
A
A
A
Empat orang yang diangkat menjadi kepala badan saat itu adalah Kepala Badan Sejarah Indonesia Bonnie Triyana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Pusat Letjen TNI Purn Ganip Warsito, Kepala Badan Saksi Pusat Nasional Hendra Gunawan, dan Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat Partai Andi Widjajanto.
Pria kelahiran Rangkasbitung, Banten, 27 Juni 1979 ini pernah didapuk sebagai pembicara atau Pidato Kebudayaan di Panggung Festival Seni Multatuli di Rangkasbitung, Lebak, Banten pada Jumat (16/6/2023). Kepala Museum Multatuli Ubaidilah Muchtar mengungkapkan Bonnie Triyana didapuk sebagai pembicara lantaran rekam jejaknya yang kuat dalam memberi perhatian terhadap kehidupan warga marginal.
Hal itu disebutnya sesuai dengan semangat Multatuli yang hidup 2 abad silam dalam membela kepentingan masyarakat yang hidup ditindas oleh Bupati Lebak masa itu. Pria yang akrab disapa Ubay itu mengatakan, Bonnie Triyana sebagai putra asli Rangkasbitung, Lebak, sehingga diyakini mampu memahami dan menghayati kehidupan masyarakat di wilayah selatan Banten.
"Bonnie Triyana adalah putera asli Lebak. Sebagai sejarawan, dia sudah terlalu banyak bicara di forum-forum internasional. Kini saatnya Bung Bonnie kami daulat sebagai pembicara dalam Pidato Kebudayaan di Festival Seni Multatuli di tanah kelahirannya sendiri di Rangkasbitung, Lebak, pada Jumat malam mendatang," ujar Ubaidilah dalam keterangannya di hadapan awak media, Selasa (13/6/2023).
Bonny Triyana sempat dipolisikan di Belanda karena bela martabat Indonesia. Bonnie sempat membuat heboh karena tulisannya yang berbahasa Belanda mengenai Agresi Militer ditanggapi secara reaktif oleh sejumlah kalangan di negara yang pernah menjajah Indonesia tersebut.
Pria kelahiran Rangkasbitung, Banten, 27 Juni 1979 ini pernah didapuk sebagai pembicara atau Pidato Kebudayaan di Panggung Festival Seni Multatuli di Rangkasbitung, Lebak, Banten pada Jumat (16/6/2023). Kepala Museum Multatuli Ubaidilah Muchtar mengungkapkan Bonnie Triyana didapuk sebagai pembicara lantaran rekam jejaknya yang kuat dalam memberi perhatian terhadap kehidupan warga marginal.
Hal itu disebutnya sesuai dengan semangat Multatuli yang hidup 2 abad silam dalam membela kepentingan masyarakat yang hidup ditindas oleh Bupati Lebak masa itu. Pria yang akrab disapa Ubay itu mengatakan, Bonnie Triyana sebagai putra asli Rangkasbitung, Lebak, sehingga diyakini mampu memahami dan menghayati kehidupan masyarakat di wilayah selatan Banten.
"Bonnie Triyana adalah putera asli Lebak. Sebagai sejarawan, dia sudah terlalu banyak bicara di forum-forum internasional. Kini saatnya Bung Bonnie kami daulat sebagai pembicara dalam Pidato Kebudayaan di Festival Seni Multatuli di tanah kelahirannya sendiri di Rangkasbitung, Lebak, pada Jumat malam mendatang," ujar Ubaidilah dalam keterangannya di hadapan awak media, Selasa (13/6/2023).
Bonny Triyana sempat dipolisikan di Belanda karena bela martabat Indonesia. Bonnie sempat membuat heboh karena tulisannya yang berbahasa Belanda mengenai Agresi Militer ditanggapi secara reaktif oleh sejumlah kalangan di negara yang pernah menjajah Indonesia tersebut.
Lihat Juga :