4 Kontroversi Kaesang Pangarep, dari Jet Pribadi hingga Rompi Putra Mulyono
Rabu, 25 September 2024 - 13:48 WIB
loading...
A
A
A
Dalih nebeng itu pun ramai hingga trending topic media sosial X. Dalih Kaesang Pangarep nebeng alias numpang teman saat menggunakan jet pribadi ke Amerika Serikat pun dikritik Pakar Telematika Roy Suryo. Menurut data yang dikantongi Roy, pemilik pesawat jet pribadi Gulfstream yang ditumpangi Kaesang dan Erina Gudono tidak ikut.
Roy mengklaim memiliki data manifest penerbangan tersebut bahkan tidak langsung ke Philadelphia melainkan singgah ke sejumlah daerah di antaranya Los Angeles (LA) hingga Las Vegas. Hal itu disampaikan Roy Suryo dalam acara Rakyat Bersuara: Membaca Fenomena 'Agak Laen' di iNews pada Selasa (17/9/2024).
Terbaru, blusukan Kaesang Pangarep ke Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa, 24 September 2024 menjadi perhatian publik. Sebab, dia mengenakan rompi bertuliskan Putra Mulyono.
Momen tersebut diunggah Ketua DPP PSI Sigit Widodo di media sosial X. “Gara-gara terpesona rompinya Mas Kaesang, sampai banyak yang nggak ngeh ngapain ketum blusukan di Desa Daru. Jadi Mas Ketum mengunjungi rumah Ibu Eva yang kondisinya sangat memprihatinkan. Berukuran 3x6 meter, berdinding bambu, dengan atap campuran daun nipah dan bekas spanduk,” cuit Sigit.
Baca juga: Kaesang Pakai Rompi Putra Mulyono, Pengamat: Kepongahan Keluarga Penguasa
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra menilai scara umum tidak ada persoalan. Menurut dia, hal itu aktivitas personal dan tidak berdampak pada kepentingan publik.
“Tetapi jika Mulyono itu simbol kritik publik pada kepemimpinan Jokowi, termasuk kritik atas kehidupan mewah Kaesang yang sedang ramai, lalu Kaesang menggunakan itu, maka ini respons kritik publik,” kata Dedi kepada SINDOnews, Rabu (25/9/2024).
Baca juga: Kaesang Kenakan Rompi Putra Mulyono, Begini Penjelasan PSI
Dia menambahkan, Kaesang termasuk Gibran Rakabuming Raka yang pernah juga menggunakan simbol kritik berupa Samsul sebagai pribadi yang tidak berempati pada persoalan publik.
“Cukup memprihatinkan, sikap Kaesang semacam itu menandai kepongahan sebagai keluarga penguasa, bisa saja ia sedang merasa dilindungi oleh kekuasaan, sehingga dengan mudah menihilkan kritik publik untuk intropeksi diri,” tuturnya.
“Yang sangat terlihat, Kaesang, juga Gibran masuk kategori tokoh tanpa empati dan kepedulian pada kepentingan umum. Terbaca dari cara mereka merespons kritik,” pungkasnya.
Roy mengklaim memiliki data manifest penerbangan tersebut bahkan tidak langsung ke Philadelphia melainkan singgah ke sejumlah daerah di antaranya Los Angeles (LA) hingga Las Vegas. Hal itu disampaikan Roy Suryo dalam acara Rakyat Bersuara: Membaca Fenomena 'Agak Laen' di iNews pada Selasa (17/9/2024).
4. Pakai Rompi bertuliskan Putra Mulyono
Terbaru, blusukan Kaesang Pangarep ke Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa, 24 September 2024 menjadi perhatian publik. Sebab, dia mengenakan rompi bertuliskan Putra Mulyono.
Momen tersebut diunggah Ketua DPP PSI Sigit Widodo di media sosial X. “Gara-gara terpesona rompinya Mas Kaesang, sampai banyak yang nggak ngeh ngapain ketum blusukan di Desa Daru. Jadi Mas Ketum mengunjungi rumah Ibu Eva yang kondisinya sangat memprihatinkan. Berukuran 3x6 meter, berdinding bambu, dengan atap campuran daun nipah dan bekas spanduk,” cuit Sigit.
Baca juga: Kaesang Pakai Rompi Putra Mulyono, Pengamat: Kepongahan Keluarga Penguasa
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra menilai scara umum tidak ada persoalan. Menurut dia, hal itu aktivitas personal dan tidak berdampak pada kepentingan publik.
“Tetapi jika Mulyono itu simbol kritik publik pada kepemimpinan Jokowi, termasuk kritik atas kehidupan mewah Kaesang yang sedang ramai, lalu Kaesang menggunakan itu, maka ini respons kritik publik,” kata Dedi kepada SINDOnews, Rabu (25/9/2024).
Baca juga: Kaesang Kenakan Rompi Putra Mulyono, Begini Penjelasan PSI
Dia menambahkan, Kaesang termasuk Gibran Rakabuming Raka yang pernah juga menggunakan simbol kritik berupa Samsul sebagai pribadi yang tidak berempati pada persoalan publik.
“Cukup memprihatinkan, sikap Kaesang semacam itu menandai kepongahan sebagai keluarga penguasa, bisa saja ia sedang merasa dilindungi oleh kekuasaan, sehingga dengan mudah menihilkan kritik publik untuk intropeksi diri,” tuturnya.
“Yang sangat terlihat, Kaesang, juga Gibran masuk kategori tokoh tanpa empati dan kepedulian pada kepentingan umum. Terbaca dari cara mereka merespons kritik,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :