alexametrics

Sertifikasi Pernikahan, Upaya Pemerintah Cetak Generasi Unggul

loading...
Sertifikasi Pernikahan, Upaya Pemerintah Cetak Generasi Unggul
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Hasto Wardoyo mengungkapkan, sertifikasi pranikah sebagai upaya pemerintah mencetak generasi unggul. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengungkapkan, jika sertifikasi pranikah sebagai upaya pemerintah mencetak generasi unggul.

"Ketika mendengar ada sertifikasi ini, saya gembira sebetulnya. Kami senang memang sepanjang sertifikasi ini ditujukan untuk menyiapkan membentuk keluarga generasi unggul," ungkap Hasto dalam Forum Merdeka Barat 9 bertema Perlukah Sertifikasi Perkawinan? Di Ruang Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta (22/11/2019).

Hasto mengatakan, untuk mencetak generasi yang unggul untuk Indonesia maju, sehingga keluarga ini menjadi suatu yang sangat penting.



"Karena bagi kami BKKBN itu kan merencanakan keluarga, jadi dengan keluarga berencana itu kan sekarang menjadi upaya untuk mencetak generasi unggul. Oleh karena itu kami senang mendengar ada sertifikasi saat pranikah itu," katanya.

Hasto menjelaskan, secara biologis pihaknya mempunyai kewajiban dari Presiden Jokowi supaya mencetak generasi unggul.

"Presiden meminta supaya kita mencetak generasi yang unggul untuk Indonesia maju. Sehingga keluarga ini menjadi suatu wadah yang sangat penting. Oleh karena itu kami memandang dengan sertifikasi ini sebagai upaya untuk mendapatkan generasi yang unggul," jelasnya.

Mencetak generasi unggul, kata Hasto juga harus ada proses reproduksi yang baik, yang sehat. Dan selama ini banyak sekali pasangan usia subur yang sudah menikah tetapi tidak mengetahui proses reproduksi yang baik.

"Sedangkan kalau kita ingin menghasilkan generasi yang unggul ada proses reproduksinya. Ada fase 1.000 hari kehidupan itu sudah harus diketahui pranikah," ujarnya.

"Katakanlah pernikahan dini, mereka tidak ngerti sama sekali risikonya pernikahan dini. Menikah pada usia di bawah 19 tahun, sedangkan nikah di bawah usia 19 tahun ini perempuan tuh hubungan seks lebih rentan," sambungnya.

Menurutnya, pemerintah sadar betul bahwa indikator derajat kesehatan bangsa adalah angka kematian ibu dan angka kematian bayi, karena disebabkan tidak mengertinya bagaimana persiapan untuk menghadapi kehamilan.

Hasto menegaskan perlu ada sertifikasi pernikahan ini. "Melalui sertifikasi pranikah, bisa memberikan materi penting terkait pernikahan kemudian dia bisa diberikan sertifikat. Saya optimistis ketika ada sertifikasi pranikah bisa kita manfaatkan untuk memberikan masukan proses reproduksi sebelum mereka bereproduksi," tandasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak