Festival Biduk Sayak, Lebih dari Sekadar Tradisi
Minggu, 22 September 2024 - 19:12 WIB
loading...
Semangat pelestarian tradisi lokal serta pemberdayaan ekonomi masyarakat diangkat dalam Festival Biduk Sayak yang digelar di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Semangat pelestarian tradisi lokal serta pemberdayaan ekonomi masyarakat diangkat dalam Festival Biduk Sayak yang digelar di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Berbagai elemen budaya, lingkungan, dan ekonomi digabungkan menjadikannya lebih dari sekadar perayaan tradisi.
Festival yang berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Air Hitam, Rabu, 18 September 2024 ini juga menampilkan parade budaya, pertunjukan seni, bazar UMKM, hingga kegiatan penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Festival Biduk Sayak juga tidak hanya menonjolkan sisi tradisional, tetapi juga menyentuh isu-isu kontemporer yang relevan dengan masyarakat modern.
Direktur Festival Biduk Sayak Muktar B, mengungkapkan tujuan utama festival ini adalah untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Selain menghidupkan kembali tradisi melalui parade dan pertunjukan seni, festival ini juga mendukung ekonomi lokal dengan menghadirkan bazar UMKM yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sarolangun,” kata Muktar.
Dia juga bicara pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan acara ini. Dia menuturkan, tantangan terbesar dalam mengorganisir festival ini adalah mengintegrasikan berbagai elemen budaya, ekonomi, dan lingkungan dalam satu rangkaian acara yang saling mendukung.
“Namun, dukungan dan antusiasme penuh dari masyarakat membuat tantangan ini menjadi kesempatan besar untuk memperkuat identitas daerah,” katanya.
Festival Biduk Sayak turut melibatkan masyarakat setempat yang merasakan langsung dampak positif dari kegiatan ini, mulai dari penampil tradisi kesenian dan budaya setempat, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat yang hadir. Hal ini dikatakan oleh Pelaksana Tugas Camat Air Hitam, Haryono, yang menyatakan Festival Biduk Sayak tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga memberikan peluang ekonomi melalui bazar UMKM.
“Kami berharap festival ini terus berlanjut setiap tahunnya dan semakin berkembang,” ungkapnya.
Festival yang berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Air Hitam, Rabu, 18 September 2024 ini juga menampilkan parade budaya, pertunjukan seni, bazar UMKM, hingga kegiatan penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Festival Biduk Sayak juga tidak hanya menonjolkan sisi tradisional, tetapi juga menyentuh isu-isu kontemporer yang relevan dengan masyarakat modern.
Direktur Festival Biduk Sayak Muktar B, mengungkapkan tujuan utama festival ini adalah untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Selain menghidupkan kembali tradisi melalui parade dan pertunjukan seni, festival ini juga mendukung ekonomi lokal dengan menghadirkan bazar UMKM yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sarolangun,” kata Muktar.
Dia juga bicara pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan acara ini. Dia menuturkan, tantangan terbesar dalam mengorganisir festival ini adalah mengintegrasikan berbagai elemen budaya, ekonomi, dan lingkungan dalam satu rangkaian acara yang saling mendukung.
“Namun, dukungan dan antusiasme penuh dari masyarakat membuat tantangan ini menjadi kesempatan besar untuk memperkuat identitas daerah,” katanya.
Festival Biduk Sayak turut melibatkan masyarakat setempat yang merasakan langsung dampak positif dari kegiatan ini, mulai dari penampil tradisi kesenian dan budaya setempat, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat yang hadir. Hal ini dikatakan oleh Pelaksana Tugas Camat Air Hitam, Haryono, yang menyatakan Festival Biduk Sayak tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga memberikan peluang ekonomi melalui bazar UMKM.
“Kami berharap festival ini terus berlanjut setiap tahunnya dan semakin berkembang,” ungkapnya.
Lihat Juga :