Jadi Menhan, Prabowo Dinilai Piawai Baca Peta Politik Parlemen

Rabu, 13 November 2019 - 15:23 WIB
Jadi Menhan, Prabowo...
Jadi Menhan, Prabowo Dinilai Piawai Baca Peta Politik Parlemen
A A A
JAKARTA - Ketika memaparkan anggaran pertahanan di Komisi I DPR, Senin 11 November 2019, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dinlai menunjukkan kepiawaiannya merespons pandangan dan atau pertanyaan dari para anggota Dewan.

Dalam rapat tersebut, salah satu anggota Dewan meminta Menhan menjelaskan anggaran pertahanan. Namun, Prabowo mengatakan rincian anggaran dapat disampaikan dalam rapat tertutup.

"Respons Prabowo tersebut sangat, bernas, cerdas, bagus dan luar biasa. Dia tidak terjebak pada pandangan yang meminta uraian aggaran pertahanan. Secara tegas Prabowo menolak. Karena itu, di awal kepemimpinannya sebagai Menhan, Prabowo telah mampu 'membaca' peta politik para aktor politik di parlemen," kata pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing dalam keterangan tertulis, Rabu (13/11/2019).

Menurut Emrus, penolakan Menhan sangat tepat. Dia setuju pembahasan alokasi anggaran, apalagi dalam bentuk rincian sejumlah rupiah untuk alutsista tertentu, dari aspek geopolitik posisi Indonesia dalam hubungannya dengan negara-negara lain, utamanya dengan negara tetangga dibaha secara tertutup.

"Sangat tidak produktif jika rincian anggaran pertahanan dibahas di sidang terbuka, sehingga berpotensi menjadi 'konsumsi' publik dan dunia internasional yang sangat-sangat tidak menguntungkan posisi Indonesia dalam pengelolaan petahanan, khususnya di kawasan Asia Tenggara," tandasnya. (Baca juga: Rapat Perdana, Menhan Prabowo Bicara Soal Perang Rakyat )

Karena itu, sambung Emrus, anggota legislatif harus menyadari bahwa rincian alokasi angggaran merupakan bagian yang tak terpisahkan dari strategi pertahanan itu sendiri.

"Kalapun ada suatu negara membuka anggaran pertahanannya di website yang dapat diakses oleh publik, itu pasti disengaja sebagai bagian dari strategi pertahanan mereka. Tidak ada perilaku politik pertahanan yang tidak direncanakan. Semua by design," katanya.

Dia menegaskan jika ada negara secara terang benderang menyampaikan anggaran pertahanannya ke ruang publik, itu dipastikan sebagai bagian dari strategi pertahanan itu sendiri.

"Itu sengaja dibuka karena mereka sudah melakukan analisis mendalam tentang kekuatan pertahanan mereka dibanding negara lain sebagai kompetitor di bidang petahanan," tuturnya.

Karena itu, lanjut Emrus, ketika Menhan menolak pembahasan rincian anggaran pertahanan dalam sidang terbuka. Hal itu dinilai sangat strategis dalam manajemen pertahanan di negeri ini.

"Untuk itu, dalam konteks perbebatan di komisi satu tersebut, saya sangat mengapresiasi Menhan, Prabowo Subianto.

Dia menyarankan Prabowo senantiasa membaca “permainan” politik yang terkandung pada setiap pesan komunikasi politik yang dilontarkan oleh para aktor politik di parlemen.
(dam)
Berita Terkait
Bertemu Dubes Denmark,...
Bertemu Dubes Denmark, Prabowo Bahas Pentingnya Pertahanan Udara
Menhan Prabowo: Pertahanan...
Menhan Prabowo: Pertahanan Teritorial Tulang Punggung Indonesia
Prabowo Dikelilingi...
Prabowo Dikelilingi 5 Jenderal Baru Angkatan Darat
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Buka Indo Defence 2024 Hari Ini
Soal Kebijakan Pertahanan...
Soal Kebijakan Pertahanan Prabowo Subianto, Begini Kata Mantan Irjen Kemhan
Hasilkan Produk Unggulan,...
Hasilkan Produk Unggulan, Prabowo Undang Pimpinan Industri Pertahanan
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved