PKS: Stop Impor TKA, Sudah Waktunya Berdayakan Insinyur Dalam Negeri
Kamis, 27 Agustus 2020 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi Indonesia tidak kekurangan tenaga ahli. Karena itu kalau kita masih tetap mendatangkan TKA untuk mengisi lapangan kerja domestik kita, apalagi untuk buruh tanpa keahlian, ini langkah mundur luar biasa. Jangankan tenaga buruh domestik, tenaga ahli kita berlimpah, bahkan berprestasi secara internasional," kata Mulyanto.
Mulyanto menambahkan pengembangan hulu migas, persoalan utama yang dihadapi Indonesia bukan pada soal SDM, tapi pada masalah investasi dan penggarapan proyek. Proyek Natuna misalnya, Kementerian ESDM sampai saat ini belum ada perkembangan yang berarti dalam penggarapan proyeknya.
Begitu juga Blok Masela terdengar berita Shell akan mundur dari kesertaan menggarap Blok ini. Beberapa perusahaan migas dunia, yang beroperasi di Indonesia, terdengar kabar berencana melepas sahamnya dalam pengelolaan blok-blok migas di wilayah kerja Indonesia.
"Secara umum investasi migas ini mengalami penurunan, apalagi selama masa pandemi COVID-19. SKK Migas memproyeksikan realisasi investasi hulu migas tahun 2020 ini sebesar USD11,60 miliar. Nilai itu jauh di bawah target yang ditetapkan, yaitu sebesar 13,83 miliar USD," katanya.
Mulyanto menambahkan pengembangan hulu migas, persoalan utama yang dihadapi Indonesia bukan pada soal SDM, tapi pada masalah investasi dan penggarapan proyek. Proyek Natuna misalnya, Kementerian ESDM sampai saat ini belum ada perkembangan yang berarti dalam penggarapan proyeknya.
Begitu juga Blok Masela terdengar berita Shell akan mundur dari kesertaan menggarap Blok ini. Beberapa perusahaan migas dunia, yang beroperasi di Indonesia, terdengar kabar berencana melepas sahamnya dalam pengelolaan blok-blok migas di wilayah kerja Indonesia.
"Secara umum investasi migas ini mengalami penurunan, apalagi selama masa pandemi COVID-19. SKK Migas memproyeksikan realisasi investasi hulu migas tahun 2020 ini sebesar USD11,60 miliar. Nilai itu jauh di bawah target yang ditetapkan, yaitu sebesar 13,83 miliar USD," katanya.
(abd)
Lihat Juga :