Maju Pilgub Maluku, Murad Ismail: Politik adalah Pengabdian
Jum'at, 13 September 2024 - 01:10 WIB
loading...
Deklarasi Pasangan Murad Ismail-Michael Wattimena sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Rabu (11/9/2024) malam. FOTO/SINDOnews/DANAN DAYA ARYA PUTRA
A
A
A
JAKARTA - Ribuan orang menghadiri acara deklarasi Pasangan Murad Ismail -Michael Wattimena sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Rabu (11/9/2024) malam. Dalam kesempatan deklarasi itu, Murad mengaku akan mengabdi kepada masyarakat jika terpilih nanti di Pilkada 2024 .
"Politik bagi saya adalah pengabdian. Pengabdian memiliki makna penyerahan diri. Pengabdian tanpa batas," ujar murad dalam pidatonya.
Sebagai manusia biasa, dirinya sadar bahwa kesabaran memang ada batasnya. Namun bagi seorang insan pengabdi, hatinya tak akan goyah dengan ujian apa pun.
Baca juga: Pilgub Maluku, Ribuan Orang Padati Deklarasi Paslon Murad-Michael
"Ujian tentang loyalitas, ujian tentang persahabatan bahkan banyak aral (gangguan) melintang sekalipun, dihujat, dihina, dikhianati bahkan dizolimi," katanya.
Dia menegaskan, lewat politik ini, harapan untuk membawa masyarakat Maluku ke arah yang lebih baik akan selalu ada.
"Harapan tetap selalu ada karena masa depan tidak mungkin hilang bahkan putus asa itu sangat dekat dengan nafsu angkara, yang terus menggoda kita tentang kekhawatiran dan pesimisme sedangkan Tuhan menjanjikan tentang ampunan dan rahmat," ujarnya.
"Politik bagi saya adalah pengabdian. Pengabdian memiliki makna penyerahan diri. Pengabdian tanpa batas," ujar murad dalam pidatonya.
Sebagai manusia biasa, dirinya sadar bahwa kesabaran memang ada batasnya. Namun bagi seorang insan pengabdi, hatinya tak akan goyah dengan ujian apa pun.
Baca juga: Pilgub Maluku, Ribuan Orang Padati Deklarasi Paslon Murad-Michael
"Ujian tentang loyalitas, ujian tentang persahabatan bahkan banyak aral (gangguan) melintang sekalipun, dihujat, dihina, dikhianati bahkan dizolimi," katanya.
Dia menegaskan, lewat politik ini, harapan untuk membawa masyarakat Maluku ke arah yang lebih baik akan selalu ada.
"Harapan tetap selalu ada karena masa depan tidak mungkin hilang bahkan putus asa itu sangat dekat dengan nafsu angkara, yang terus menggoda kita tentang kekhawatiran dan pesimisme sedangkan Tuhan menjanjikan tentang ampunan dan rahmat," ujarnya.
Lihat Juga :