Kunjungan Paus Fransiskus Perkuat Relasi Antarumat Beragama
Senin, 09 September 2024 - 21:03 WIB
loading...
A
A
A
"Sesungguhnya konflik antarumat beragama, misalnya antara umat Islam dan Kristen, lebih diakibatkan oleh konflik politik kekuasaan yang dibawa-bawa dan dibungkus dengan nama perbedaan agama. Pemimpin-pemimpin massa yang berseteru dalam berebut kekuasaan dan fasilitas, menarik konflik-konflik politik tersebut kepada umat yang seagama dengannya agar memperoleh dukungan suara yang lebih luas," katanya.
Rudy beranggapan, isu-isu primordial seperti perbedaan suku, agama, dan ras, seharusnya sudah tidak digunakan lagi dalam mendulang dukungan politik sebagian kelompok. Keuntungan sesaat yang ingin diraih pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ini seringkali menyisakan trauma berkepanjangan bagi masyarakat yang mendambakan hidup dengan damai dalam perbedaan.
Baca juga: Paus Fransiskus: Jangan Lelah Bermimpi Membangun Peradaban Damai
Menurutnya, perbedaan keimanan antarumat beragama tidak menjadi penghalang dalam mewujudkan kebaikan dan kedamaian untuk bersama. Jika tujuannya memang baik, maka apapun perbedaan yang dimiliki bisa dijembatani demi memberikan manfaat bagi sesama.
"Perbedaan keyakinan tidaklah menjadi penghalang untuk bersatu dalam kebaikan, karena bukankah semua ajaran agama mempunyai keyakinan yang sama yaitu bertujuan untuk mengamalkan kebaikan terutama menyejahterakan umat/masyarakat yang miskin dan berkekurangan," katanya.
Selain itu, Rudy beranggapan hubungan lintas keimanan yang baik dapat memberikan manfaat secara langsung dalam stabilitas nasional. Hal ini seharusnya semakin menguatkan masing-masing umat beragama dalam mencapai kemajuan bersama sebagai sesama rakyat Indonesia.
Rudy beranggapan, isu-isu primordial seperti perbedaan suku, agama, dan ras, seharusnya sudah tidak digunakan lagi dalam mendulang dukungan politik sebagian kelompok. Keuntungan sesaat yang ingin diraih pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ini seringkali menyisakan trauma berkepanjangan bagi masyarakat yang mendambakan hidup dengan damai dalam perbedaan.
Baca juga: Paus Fransiskus: Jangan Lelah Bermimpi Membangun Peradaban Damai
Menurutnya, perbedaan keimanan antarumat beragama tidak menjadi penghalang dalam mewujudkan kebaikan dan kedamaian untuk bersama. Jika tujuannya memang baik, maka apapun perbedaan yang dimiliki bisa dijembatani demi memberikan manfaat bagi sesama.
"Perbedaan keyakinan tidaklah menjadi penghalang untuk bersatu dalam kebaikan, karena bukankah semua ajaran agama mempunyai keyakinan yang sama yaitu bertujuan untuk mengamalkan kebaikan terutama menyejahterakan umat/masyarakat yang miskin dan berkekurangan," katanya.
Selain itu, Rudy beranggapan hubungan lintas keimanan yang baik dapat memberikan manfaat secara langsung dalam stabilitas nasional. Hal ini seharusnya semakin menguatkan masing-masing umat beragama dalam mencapai kemajuan bersama sebagai sesama rakyat Indonesia.
Lihat Juga :