Pendidikan Berbasis Online di Masa New Normal
Kamis, 27 Agustus 2020 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Membuat panduan protokol kesehatan bagi siswa, guru dan orang tua/penjemput. Tentunya persiapan ini mengantisipasi jika sudah mendapatkan izin membuka sekolah dan telah termasuk kategori daerah zona hijau dan mendapat instruksi dari dinas pendidikan setempat untuk dapat mengadakan pembelajaran tatap muka. Panduan new normal sekolah harus disosialisasikan pada seluruh stakeholder sekolah. Artinya sebelum dimulai pembelajaran tatap muka sekolah juga harus meminta izin orang tua apakah anaknya diizinkan mengikuti pelajaran tatap muka di sekolah.
Namun dibalik sulitnya semua sektor kehidupan di masa Pandemi Covid-19. Ada hal positif yang dapat ditarik dan tidak bisa diabaikan bagi dunia pendidikan. Masa pandemik ini merupakan momentum yang baik untuk berubah, sekolah dipaksa oleh lingkungan untuk memberikan pelayanan pendidikan tidak secara tatap, tetapi melalui media online, hal ini memberi pelajaran dan pengalaman baru bagi pendidik, peserta didik dan orang tua, dimana semua dituntut agar membiasakan diri memanfaatkan teknologi untuk mencari informasi dan berkomunikasi. Secara langsung Covid-19 mendorong pendidikan secara onlinecepat berkembang. Dengan pemanfaatan tehnologi dalam pembelajaran, diharapkan pembelajaran akan lebih bisa diarahkan pada upaya perbaikan secara terus menerus, efektif-efisien, benar, dan objektif. Pemanfaatan teknologi ini akan memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk melakukan berbagai macam modeling dalam menerapkan kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran jarak jauh mengunakan media online akan menjadi permanen. Bukan berarti situasi akan kembali normal karena dalam kenyataannya pendidikan era new normal telah menggeser pendidikan era normal. Sehingga dimasa akan datang segala kegiatan sekolah benar-benar dialihkan ke pembelajaran online dan fungsi ruang kelas lama kelamaan akan hilang, tergantikan kelas-kelas dengan media virtual, saat ini memang butuh upaya ekstra untuk mengkolaborasikan antara sistem pendidikan konvensional dan digital. Karena pembelajaran secara online saat ini hanya dimungkinkan untuk kognitif transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun kompetensi terkait psikomotorik dan afektif masih harus membutuhkan proses pendidikan dengan cara tatap muka.
Walau belum sampai ke tatanan nasional karena masih banyak kendala yang dihadapi sekolah antara lain bagi yang tidak memiliki akses infrastruktur serta terbatasnya kemampuan menyediakan sarana internet. Akan tetapi setidaknya pengalaman belajar dari rumah menggunakan media online saat ini dapat dijadikan salah satu bukti bahwa guru Indonesia juga bisa belajar dan berubah cepat. Dalam tiga bulan belakangan ini konsep pendidikan tradisional telah berubah secara radikal, yang tadinya banyak dari para pendidik menganggap belajar tanpa tatap muka adalah kemustahilan, namun saat ini mereka sudah belajar dan mengalamai sendiri. Menginjak fase baru dalam dunia pendidikan, dimana mau tidak mau semua harus siap menjalankan pembelajaran tanpa tatap muka. Anggap saja proses pembelajaran online saat ini sebagai langkah awal memulai revolusi pendidikan di Indonesia.
Namun dibalik sulitnya semua sektor kehidupan di masa Pandemi Covid-19. Ada hal positif yang dapat ditarik dan tidak bisa diabaikan bagi dunia pendidikan. Masa pandemik ini merupakan momentum yang baik untuk berubah, sekolah dipaksa oleh lingkungan untuk memberikan pelayanan pendidikan tidak secara tatap, tetapi melalui media online, hal ini memberi pelajaran dan pengalaman baru bagi pendidik, peserta didik dan orang tua, dimana semua dituntut agar membiasakan diri memanfaatkan teknologi untuk mencari informasi dan berkomunikasi. Secara langsung Covid-19 mendorong pendidikan secara onlinecepat berkembang. Dengan pemanfaatan tehnologi dalam pembelajaran, diharapkan pembelajaran akan lebih bisa diarahkan pada upaya perbaikan secara terus menerus, efektif-efisien, benar, dan objektif. Pemanfaatan teknologi ini akan memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk melakukan berbagai macam modeling dalam menerapkan kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran jarak jauh mengunakan media online akan menjadi permanen. Bukan berarti situasi akan kembali normal karena dalam kenyataannya pendidikan era new normal telah menggeser pendidikan era normal. Sehingga dimasa akan datang segala kegiatan sekolah benar-benar dialihkan ke pembelajaran online dan fungsi ruang kelas lama kelamaan akan hilang, tergantikan kelas-kelas dengan media virtual, saat ini memang butuh upaya ekstra untuk mengkolaborasikan antara sistem pendidikan konvensional dan digital. Karena pembelajaran secara online saat ini hanya dimungkinkan untuk kognitif transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun kompetensi terkait psikomotorik dan afektif masih harus membutuhkan proses pendidikan dengan cara tatap muka.
Walau belum sampai ke tatanan nasional karena masih banyak kendala yang dihadapi sekolah antara lain bagi yang tidak memiliki akses infrastruktur serta terbatasnya kemampuan menyediakan sarana internet. Akan tetapi setidaknya pengalaman belajar dari rumah menggunakan media online saat ini dapat dijadikan salah satu bukti bahwa guru Indonesia juga bisa belajar dan berubah cepat. Dalam tiga bulan belakangan ini konsep pendidikan tradisional telah berubah secara radikal, yang tadinya banyak dari para pendidik menganggap belajar tanpa tatap muka adalah kemustahilan, namun saat ini mereka sudah belajar dan mengalamai sendiri. Menginjak fase baru dalam dunia pendidikan, dimana mau tidak mau semua harus siap menjalankan pembelajaran tanpa tatap muka. Anggap saja proses pembelajaran online saat ini sebagai langkah awal memulai revolusi pendidikan di Indonesia.
(ras)