Profil Pratikno, Menteri Jokowi yang Berpeluang Diboyong Masuk Kabinet Prabowo

Selasa, 03 September 2024 - 08:28 WIB
loading...
Profil Pratikno, Menteri...
Mensesneg Pratikno (tengah) berpeluang masuk kabinet Prabowo-Gibran. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno berpeluang masuk dalam kabinet yang akan dibentuk Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Rencananya kabinet Prabowo akan diisi oleh sebagian menteri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Keinginan Prabowo memboyong menteri Jokowi ke dalam kabinetnya disampaikan di Rapimnas Partai Gerindra di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/8/2024). Ketua Umum Partai Gerindra itu percaya dengan menteri-menteri yang berada di Kabinet Jokowi saat ini.

"Pak (Jokowi) maaf Pak, karena Bapak milih orang-orang hebat, maka sebagian dari mereka kabinet saya nanti ini," kata Prabowo di Rapimnas Partai Gerindra di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/8/2024).



Prabowo mengaku sangat percaya dengan menteri-menteri yang saat ini berada di kabinet Jokowi. Terlebih, dia juga salah satu yang berada di dalamnya. Dia mengetahui secara rinci bagaimana cara kerja, pola pikir, hingga gagasan para menteri Kabinet Indonesia Maju.

Salah satu dari sekian menteri Jokowi adalah Pratikno. Dia merupakan orang kepercayaan Presiden Jokowi yang telah mendampingi selama dua periode kepemimpinan. Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu juga dikenal sebagai penghubung komunikasi Jokowi dengan pihak luar, termasuk tokoh-tokoh politik lainnya.

Profil Pratikno

Dilansir dari laman Kementerian Sekretariat Negara, Prof Dr Pratikno, MSoc Sc, lahir pada 13 Februari 1962, di Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam riwayat pendidikannya, dia adalah penerima gelar sarjana Ilmu Pemerintahan di Fisipol UGM tahun 1985.

Pendidikannya berlanjut hingga mendapat gelar magister dari Development Administration, Birmingham University, Inggris tahun 1990. Serta menerima gelar Ph.D. dari Political Science Flinders University Australia, tahun 1997. Barulah di tahun 2008 lalu, dirinya dinobatkan jadi Profesor Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada.

Dengan latar belakang pendidikannya ini, tak heran jika kini dirinya duduk di kursi pemerintahan. Awal karier Pratikno sebagai pengajar dimulai di UGM pada tahun 1986. Sejak saat itu, ia telah beberapa kali menduduki posisi penting. Misalnya seperti, Wakil Dekan Bidang Akademik Fisipol UGM periode 2001-2004, hingga Kepala Manajer Program Pascasarjana Politik Lokal dan Otonomi Daerah periode 2003-2008.

Dirinya juga pernah dipercaya menjadi Mitra Indonesia untuk kerja sama antara UGM dengan National University of Singapore dan beberapa Universitas lain di Asia dan Australia tahun 2001 hingga 2008. Setelah dilantik menjadi Profesor UGM, dirinya langsung dipercaya untuk menduduki posisi Dekan Fisipol UGM periode 2008-2012.

Baca juga: Prabowo Bakal Boyong Sebagian Menteri Jokowi Masuk Kabinetnya

Puncak karier Pratikno di dunia akademisi terjadi di tahun 2012, ketika dia dipercaya menjadi Rektor UGM periode 2012-2014. Kemudian di tahun 2014, dirinya diangkat menjadi Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM. Posisi itu akan diemban olehnya hingga tahun 2026 mendatang. Dari berbagai pengalamannya di dunia akademisi, Pratikno kemudian dipercaya oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) di tahun 2014. Hingga saat ini, kedudukannya sebagai Menteri Sekretaris Negara di kabinet Joko Widodo masih belum tergantikan meski Presiden Indonesia ke-7 itu telah melakukan beberapa kali reshuffle kabinet.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
Prabowo: Hukum Tidak...
Prabowo: Hukum Tidak Boleh Menjadi Alat Balas Dendam Politik
3 Purnawirawan Polri...
3 Purnawirawan Polri Dianugerahi Pangkat Kehormatan: Sidarto Danusubroto, Taufiequrachman Ruki, dan Taufiq Effendi
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Kenaikan Harga Gas Industri...
Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
Rekomendasi
AQUA Masih Dominasi...
AQUA Masih Dominasi Penjualan Air Mineral di Berbagai Kota Besar
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
Berita Terkini
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
OTT Bupati Kuansing,...
OTT Bupati Kuansing, KPK Sita Pajero Sport dan Transaksi Cicilan Land Cruiser
Seskab Teddy Ungkap...
Seskab Teddy Ungkap Program Magang Nasional Rangkul Difabel, Pengamat: Terobosan Paling Progresif
Boni Hargens Sebut Polri...
Boni Hargens Sebut Polri Presisi Tulang Punggung Demokrasi
Panggil Legislator yang...
Panggil Legislator yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Golkar Siapkan Sanksi
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap yang Menjerat Bupati dan Sekda Kuansing
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved