Lemhannas Ingatkan Pemenuhan Kebutuhan Amunisi Konvensional Tetap Jadi Prioritas

Rabu, 28 Agustus 2024 - 07:21 WIB
loading...
Lemhannas Ingatkan Pemenuhan...
Seminar Revitalisasi Industri Pertahanan Darat di Jakarta Pusat, Senin (26/8/2024). Plt Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen Eko Margiyono mengingatkan amunisi konvensional menjadi salah satu parameter keberhasilan operasi militer. Foto/
A A A
JAKARTA - Amunisi konvensional menjadi salah satu parameter keberhasilan operasi militer. Karena itu, amunisi konvensional menjadi salah satu prioritas yang harus dipenuhi.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI Eko Margiyono dalam seminar bertema 'Revitalisasi Industri Pertahanan Darat' di Jakarta Pusat, Senin (26/8/2024).

"Melihat pembelajaran dari pertempuran yang terjadi di beberapa belahan dunia dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, di samping adanya penggunaan teknologi baru dalam pertempuran, juga didapatkan pemenuhan kebutuhan amunisi konvensional," kata Eko.

Karena itu, lanjut Eko, amunisi konvensional masih menjadi suatu parameter keberhasilan operasi yang sangat perlu untuk dipenuhi dan diperhitungkan.

Baca Juga: Amunisi Hadapi Ancaman Inflasi

Sehingga, kata Eko, pemenuhan kebutuhan amunisi konvensional tetap menjadi prioritas yang sangat perlu untuk dipenuhi.
Eko mengatakan, hal itu dilakukan guna menjamin kesiapsiagaan operasi TNI dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang mungkin timbul setiap saat.

Kemajuan Alutista Indonesia Berkat Kerja Sama dengan Prancis


Pemerintah memfokuskan pengadaan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpahankam) dengan mempersiapkan anggaran industri pertahanan dalam negeri agar ikut berkembang. Apalagi, pengadaan alpahankam menjadi salah satu program prioritas

"Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 telah menyusun sejumlah pedoman dan strategi untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri," kata Deputi Bidang Polhukam Bappenas RI Bogat Widyatmoko.

Dia menyebutkan, Indonesia berada di peringkat 25 sebagai negara yang paling banyak impor alat utama sistem senjata (alutsista). Terbanyak buatan Amerika, Prancis, dan Korea Selatan.

"Indonesia berada di 25 besar negara yang paling banyak impor senjata. Tapi, Indonesia bukan termasuk pembeli terbesar bagi Amerika Serikat dan Prancis. Untuk peringkat tertinggi impor alat utama sistem senjata (alutsista) dari India, lalu kedua dari Arab Saudi, dan ketiga Qatar. Ketiga negara itu impor dari Rusia, Amerika, dan Prancis."

Melihat hal itu, Indonesia pun harus memperkuat industri pertahanan dalam negeri. Hal itu dilakukan demi menjaga keamanan negara.

"Saat ini mengedepankan alat pertahanan dalam negeri perlu ditingkatkan dalam menjaga keamanan negara di tengah geopolitik dunia yang memanas."

Dia pun meminta BUMN sektor pertahanan untuk lebih banyak memproduksi alutsista. Apalagi, BUMN sektor pertahanan memiliki pendapatan yang sudah naik saat ini.

"Kita minta BUMN industri pertahanan meningkat hampir tiga kali lipat. Jadi, tingkatkan produksi senjata maupun alutsista," jelasnya.

Sementara itu, Global Sales and Marketing Ammunition KNDS Patrick Lier mengatakan bahwa persenjataan Indonesia sudah sangat maju. Hal ini berkat kerja sama Prancis dan Indonesia dalam memajukan alutsista.

"Kami sudah membantu Indonesia dalam industri senjata untuk membangun persenjataan yang lebih canggih. Apalagi, Indonesia sudah sangat maju untuk alutsista dalam negeri," ujarnya.

Dia mengungkapkaan Prancis bekerja sama dengan BUMN industri pertahanan seperti PT Pindad. Menurutnya, BUMN itu merupakan mitra penting untuk mengembangkan sistem persenjataan darat.

"Kerja sama utama yakni artileri, amunisi, dan kendaraan tempur. Untuk itu kerja sama ini menjadikan adanya win-win solusi yang didapatkan Indonesia dan Prancis," tandasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 %, Lemhannas Soroti Pentingnya Strategi Mitigasi Global
Purnomo Yusgiantoro...
Purnomo Yusgiantoro Siap Perkuat Organisasi Alumni Lemhannas Seluruh Indonesia
Seskab Teddy: Langit...
Seskab Teddy: Langit Indonesia Harus Aman, Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar
Momen Prabowo Cek Cockpit...
Momen Prabowo Cek Cockpit Jet Tempur Rafale Buatan Prancis
Presiden Prabowo Tegaskan...
Presiden Prabowo Tegaskan Pertahanan Kunci Stabilitas Negara
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Wadanyon HSSBI KKB Kodap...
Wadanyon HSSBI KKB Kodap XVI Yahukimo Ditangkap, Satgas Cartenz Sita Amunisi dan Sajam
Rekomendasi
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Berita Terkini
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved