alexametrics

Menristek Dikti Sebut Sudah 96 Perguruan Tinggi Raih Akreditasi A

loading...
Menristek Dikti Sebut Sudah 96 Perguruan Tinggi Raih Akreditasi A
Menristek Dikti, Mohamad Nasir terus mendorong perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri ataupun swasta agar dapat meningkatkan kualitasnya untuk memperoleh akreditasi A. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir terus mendorong perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri ataupun swasta agar dapat meningkatkan kualitasnya untuk memperoleh akreditasi A. Nasir mengungkapkan hal ini merespons tantangan dan peran perguruan tinggi dalam menghadapi era industri 4.0.

“Saya mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitasnya, baik swasta maupun negeri. Hal ini merespons tantangan dan peran perguruan tinggi dalam menghadapi era industri 4.0,” ujar Menteri Nasir saat menghadiri Wisuda dan Dies Natalis Universitas Nasional ke-70 di JCC, Jakarta, Minggu (22/9/2019).

Pada kesempatan tersebut, Menristek Dikti menyebutkan dibandingkan awal masa pemerintahannya terjadi lompatan jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang telah meraih akreditasi A. Dia menyebutkan saat ini sudah ada 96 perguruan tinggi di Indonesia yang telah meraih akreditasi A, 13 di antaranya merupakan perguruan tinggi swasta di Jakarta.



Lebih lanjut, Nasir berharap kampus dapat menjadi penggerak inovasi membangun negeri, dan SDM dan IPTEK yang dihasilkan akan menjadi kekayaan yang tidak ternilai menjadi modal bangsa dalam percaturan global di era industri 4.0.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Ismunandar, Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah III Jakarta Periode M Samsuri, Guru besar dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia seperti UGM, UNHAS dan UNSOED serta dari Malaysia dan Korea Selatan.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak