Raja-raja Bali Minta Kapolri Batalkan Apel Kesetiaan GP Ansor
Jum'at, 23 Agustus 2024 - 14:28 WIB
loading...
Para Raja atau Penglisir Puri di Bali meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tidak memberikan izin kegiatan Apel Kesetiaan GP Ansor kepada PBNU pada 21-25 Agustus 2024 di Bali. Foto/istimewa
A
A
A
BALI - Para Raja atau Penglisir Puri di Bali meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tidak memberikan izin kegiatan Apel Kesetiaan GP Ansor kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 21-25 Agustus 2024 di Bali. Kegiatan itu dinilai akan memberikan dampak negatif bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Pulau Dewata.
“Berkumpulnya ribuan orang dengan uniform dengan atribut seperti pasukan keamanan yang melakukan apel bersama akan memunculkan persepsi adanya ketidakamanan situasi. Hal ini akan menyebabkan ketidaknyamanan turis dan berpotensi menganggu aktivitas masyarakat lokal,” ujar Penglisir Puri Agung Pemecutan Badung Ida Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga, Jumat (23/8/2024).
Baca juga: Gelar Apel di Bali, Ansor-Banser dan Pagar Nusa Tegaskan Tak Terkait Muktamar PKB
Dia menjelaskan Bali sangat tergantung dengan aktivitas industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Faktor kenyamanan, keamanan, dan ketertiban menjadi syarat utama aktivitas tersebut berjalan.
“Keberadaan organ-organ paramiliter pasti akan membuat suasana riuh dan gaduh. Apalagi jika agenda mereka disusupi dengan kepentingan-kepentingan politik,” katanya.
“Berkumpulnya ribuan orang dengan uniform dengan atribut seperti pasukan keamanan yang melakukan apel bersama akan memunculkan persepsi adanya ketidakamanan situasi. Hal ini akan menyebabkan ketidaknyamanan turis dan berpotensi menganggu aktivitas masyarakat lokal,” ujar Penglisir Puri Agung Pemecutan Badung Ida Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga, Jumat (23/8/2024).
Baca juga: Gelar Apel di Bali, Ansor-Banser dan Pagar Nusa Tegaskan Tak Terkait Muktamar PKB
Dia menjelaskan Bali sangat tergantung dengan aktivitas industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Faktor kenyamanan, keamanan, dan ketertiban menjadi syarat utama aktivitas tersebut berjalan.
“Keberadaan organ-organ paramiliter pasti akan membuat suasana riuh dan gaduh. Apalagi jika agenda mereka disusupi dengan kepentingan-kepentingan politik,” katanya.
Lihat Juga :