Antisipasi Bencana Gempa, Pusat dan Daerah Diminta Siapkan Langkah Mitigasi
Selasa, 20 Agustus 2024 - 13:12 WIB
loading...
A
A
A
Risiko besar yang dimiliki Indonesia berkaitan posisi geografis ini harusnya membuat pemerintah bisa dengan cepat merespons data maupun hasil kajian yang dilakukan oleh BMKG.
"BMKG kan sudah menginformasikan, selanjutnya bagaimana? Ya pemerintah sebagai penanggung jawab, pengelola negara mempersiapkan semua sektor yang terkait dengan penanggulangan bencana," ucapnya lagi.
Sebagai contoh kata BHS, Basarnas harus siap dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) juga infrastruktur kelengkapannya, untuk ditempatkan di posisi-posisi kota-kota rawan gempa, demikian juga BNPB juga harus mempersiapkan semua SDM dan peralatannya serta perbekalannya di wilayah Indonesia rawan gempa.
"Misalnya Selatan Jawa, Pesisir Barat Sumatera dan Pesisir Barat Sulawesi, jangan sampai mereka tidak siap dengan alasan anggaran dikurangi Kemenkeu yang tidak paham penyelematan nyawa dan barang public," tegasnya.
"Mereka harus siap, harus gayung bersambut. Jangan terulang kejadian yang buruk sebagai dampak bencana. Misal Aceh, itu kejadiannya gempa, dampaknya tsunami. Itu kan karena belum ada persiapan mitigasi bencana, akhirnya terjadi korban yang sangat besar jumlahnya," tambah Anggota Legislatif Terpilih periode 2024-2029 ini.
Lanjut dia, pemerintah harus melakukan mitigasi tanggap bencana melibatkan masyarakat. Baik berupa peningkatan infrastruktur, juga sosialisasi tanggap bencana, maupun simulasi-simulasi tanggap bencana, seperti halnya tanggap mendengarkan sirine/early warning system dan segera melakukan penyelamatan menuju tempat titik kumpul evakuasi.
"BMKG kan sudah menginformasikan, selanjutnya bagaimana? Ya pemerintah sebagai penanggung jawab, pengelola negara mempersiapkan semua sektor yang terkait dengan penanggulangan bencana," ucapnya lagi.
Sebagai contoh kata BHS, Basarnas harus siap dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) juga infrastruktur kelengkapannya, untuk ditempatkan di posisi-posisi kota-kota rawan gempa, demikian juga BNPB juga harus mempersiapkan semua SDM dan peralatannya serta perbekalannya di wilayah Indonesia rawan gempa.
"Misalnya Selatan Jawa, Pesisir Barat Sumatera dan Pesisir Barat Sulawesi, jangan sampai mereka tidak siap dengan alasan anggaran dikurangi Kemenkeu yang tidak paham penyelematan nyawa dan barang public," tegasnya.
"Mereka harus siap, harus gayung bersambut. Jangan terulang kejadian yang buruk sebagai dampak bencana. Misal Aceh, itu kejadiannya gempa, dampaknya tsunami. Itu kan karena belum ada persiapan mitigasi bencana, akhirnya terjadi korban yang sangat besar jumlahnya," tambah Anggota Legislatif Terpilih periode 2024-2029 ini.
Lanjut dia, pemerintah harus melakukan mitigasi tanggap bencana melibatkan masyarakat. Baik berupa peningkatan infrastruktur, juga sosialisasi tanggap bencana, maupun simulasi-simulasi tanggap bencana, seperti halnya tanggap mendengarkan sirine/early warning system dan segera melakukan penyelamatan menuju tempat titik kumpul evakuasi.
Lihat Juga :