Deretan Komjen Polisi Bergelar Doktor, Nomor 2 Jenderal Pemburu Teroris
Selasa, 13 Agustus 2024 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Kariernya pun makin cemerlang. Alumni Program Studi Doktor pada Departemen Kriminologi FISIP UI ini diangkat menjadi Dirtipidsiber Bareskrim Polri pada 2017.
Selanjutnya dia menjabat Dirtipidter Bareskrim Polri pada 2018 dan Sahlisosbud Kapolri pada 2019. Pria yang berpengalaman dalam bidang penyidikan ini pada 2020 menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, kemudian Kapolda Metro Jaya, dan saat ini menjabat Kabaharkam Polri berdasarkan surat telegram Kapolri Nomor:ST/713/III/KEP./2023 tertanggal 27 Maret 2023.
Keahliannya di bidang reserse dalam sejumlah kasus ditunjukkan Fadil, misalnya penangkapan tersangka mutilasi Ryan Jombang pada 2008, penangkapan tersangka mutilasi Baekuni alias Babe pada 2010, dan penangkapan Hercules dan John Kei pada 2013.
Selain itu, kasus lain yang pernah dia tangani adalah kasus pembajakan Warkop DKI Reborn pada 2016, menjerat 325 orang tersangka dan 85 perusahaan atas kasus kebakaran hutan seluas 7.264 hektare, membongkar sindikat Saracen pada 2017, dan penangkapan Muslim Cyber Army pada 2018.
![Deretan Komjen Polisi Bergelar Doktor, Nomor 2 Jenderal Pemburu Teroris]()
Foto/Dok Setkab
Pria kelahiran 30 Januari 1969, Ameth, Maluku Tengah, Maluku ini juga bergelar Doktor yang seangkatan dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Saat ini, Marthinus menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dia banyak mendapat penugasan memburu teroris. Salah satunya, Marthinus terlibat dalam operasi penangkapan teroris Bom Bali 2002 Ali Imron di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur bersama Irjen Pol (Purn) Drs Carlo Brix Tewu.
Selain itu, Marthinus pernah ikut dalam operasi penangkapan gembong teroris Dr Azahari atau Azahari bin Husin pada November 2005. Kemudian, pada 2009 dia dilibatkan pada operasi penangkapan teroris Noordin M Top.
Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, di antaranya Pama Polda Jabar dan Pama Polres Purwakarta Polda Jabar pada 1992. Selanjutnya, Kasatsabhara Polres Purwakarta Polda Jabar (1993), Kasatreskrim Polres Purwakarta Polda Jabar (1994).
Lalu, Panit Subdit 3 Ditreskrimum Polda Jabar dan Kabagdal Roops Polda Jabar pada 1996, Kanit Subdit III Ditreskrimum Polda Jabar (1997), Pama PTIK Lemdiklat Polri (1999), Kasat Gaops A Pukodalops Polda Metro Jaya dan Kasiaga I Bagdalops Polda Metro Jaya pada 2001.
Setelah itu, Kanit Resmob Dit Serse Polda Metro Jaya Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Kanit Subditranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 2002, Kanit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (2003), Pamen Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Pamen Polda Metro Jaya pada 2005.
Kemudian, Penyidik Madya unit V Dit I/Kam dan Trannas Bareskrim Polri (2006), Dirintelijen Densus 88 AT Polri 2010, Wakadensus 88 AT Polri (2015), Pamen Densus 88 AT Polri (2017), Pati Densus 88 AT Polri dan Wakadensus 88 AT Polri di 2018, serta Kepala Densus 88 AT Polri pada 2020.
Selanjutnya dia menjabat Dirtipidter Bareskrim Polri pada 2018 dan Sahlisosbud Kapolri pada 2019. Pria yang berpengalaman dalam bidang penyidikan ini pada 2020 menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, kemudian Kapolda Metro Jaya, dan saat ini menjabat Kabaharkam Polri berdasarkan surat telegram Kapolri Nomor:ST/713/III/KEP./2023 tertanggal 27 Maret 2023.
Keahliannya di bidang reserse dalam sejumlah kasus ditunjukkan Fadil, misalnya penangkapan tersangka mutilasi Ryan Jombang pada 2008, penangkapan tersangka mutilasi Baekuni alias Babe pada 2010, dan penangkapan Hercules dan John Kei pada 2013.
Selain itu, kasus lain yang pernah dia tangani adalah kasus pembajakan Warkop DKI Reborn pada 2016, menjerat 325 orang tersangka dan 85 perusahaan atas kasus kebakaran hutan seluas 7.264 hektare, membongkar sindikat Saracen pada 2017, dan penangkapan Muslim Cyber Army pada 2018.
2. Dr. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si.

Foto/Dok Setkab
Pria kelahiran 30 Januari 1969, Ameth, Maluku Tengah, Maluku ini juga bergelar Doktor yang seangkatan dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Saat ini, Marthinus menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dia banyak mendapat penugasan memburu teroris. Salah satunya, Marthinus terlibat dalam operasi penangkapan teroris Bom Bali 2002 Ali Imron di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur bersama Irjen Pol (Purn) Drs Carlo Brix Tewu.
Selain itu, Marthinus pernah ikut dalam operasi penangkapan gembong teroris Dr Azahari atau Azahari bin Husin pada November 2005. Kemudian, pada 2009 dia dilibatkan pada operasi penangkapan teroris Noordin M Top.
Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, di antaranya Pama Polda Jabar dan Pama Polres Purwakarta Polda Jabar pada 1992. Selanjutnya, Kasatsabhara Polres Purwakarta Polda Jabar (1993), Kasatreskrim Polres Purwakarta Polda Jabar (1994).
Lalu, Panit Subdit 3 Ditreskrimum Polda Jabar dan Kabagdal Roops Polda Jabar pada 1996, Kanit Subdit III Ditreskrimum Polda Jabar (1997), Pama PTIK Lemdiklat Polri (1999), Kasat Gaops A Pukodalops Polda Metro Jaya dan Kasiaga I Bagdalops Polda Metro Jaya pada 2001.
Setelah itu, Kanit Resmob Dit Serse Polda Metro Jaya Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Kanit Subditranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 2002, Kanit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (2003), Pamen Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Pamen Polda Metro Jaya pada 2005.
Kemudian, Penyidik Madya unit V Dit I/Kam dan Trannas Bareskrim Polri (2006), Dirintelijen Densus 88 AT Polri 2010, Wakadensus 88 AT Polri (2015), Pamen Densus 88 AT Polri (2017), Pati Densus 88 AT Polri dan Wakadensus 88 AT Polri di 2018, serta Kepala Densus 88 AT Polri pada 2020.
Lihat Juga :