Silatnas IKAPTIQ Dorong Penyegaran Kepemimpinan Universitas PTIQ Jakarta
Senin, 12 Agustus 2024 - 18:36 WIB
loading...
Silaturahim Nasional (Silasnas) IKAPTIQ 2024 digelar, Sabtu (10/8/2024) akhir pekan lalu. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Alumni PTIQ (IKAPTIQ) merekomendasikan penyegaran kepemimpinan di Universitas PTIQ Jakarta. Penyegaran kepemimpinan merupakan salah satu poin rekomendasi dari hasil Silaturahim Nasional (Silasnas) IKAPTIQ 2024 yang digelar akhir pekan lalu.
Silatnas IKAPTIQ bertajuk "Mengawal Arah Baru Universitas PTIQ Jakarta Menyambut Indonesia Emas 2045" ini dihadiri para alumni PTIQ mulai angkatan 1971 hingga angkatan 2020. Selain para alumni, juga dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Al-Qur'an Zakcky Siradj dan Wakil Rektor I Universitas PTIQ Jakarta Imam Addaruqutni.
Pertemuan nasional alumni PTIQ ini menyampaikan pokok-pokok pikiran strategis untuk kemajuan PTIQ yang telah bertransformasi menjadi universitas. Hal ini mengemuka dalam dialog yang disampaikan para narasumber dari alumni PTIQ yang pernah memimpin universitas.
Dede Rosyada, alumni PTIQ angkatan 1977, dalam kesempatan itu, mempertanyakan prasyarat yang harus dipenuhi Universitas PTIQ Jakarta menjadi berkelas internasional.
"Berapa mahasiswa asing yang kuliah dan dosen asing yang mengajar di PTIQ? Berapa mahasiswa PTIQ yang mengikuti sandwich di universitas asing? Berapa publikasi di jurnal bereputasi yang terindeks dunia seperti scopus? dan masih banyak hal lagi. Hal ini penting untuk mendongkrak PTIQ menjadi universitas unggul," kata Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2015-2019 ini.
Silatnas IKAPTIQ bertajuk "Mengawal Arah Baru Universitas PTIQ Jakarta Menyambut Indonesia Emas 2045" ini dihadiri para alumni PTIQ mulai angkatan 1971 hingga angkatan 2020. Selain para alumni, juga dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Al-Qur'an Zakcky Siradj dan Wakil Rektor I Universitas PTIQ Jakarta Imam Addaruqutni.
Pertemuan nasional alumni PTIQ ini menyampaikan pokok-pokok pikiran strategis untuk kemajuan PTIQ yang telah bertransformasi menjadi universitas. Hal ini mengemuka dalam dialog yang disampaikan para narasumber dari alumni PTIQ yang pernah memimpin universitas.
Dede Rosyada, alumni PTIQ angkatan 1977, dalam kesempatan itu, mempertanyakan prasyarat yang harus dipenuhi Universitas PTIQ Jakarta menjadi berkelas internasional.
"Berapa mahasiswa asing yang kuliah dan dosen asing yang mengajar di PTIQ? Berapa mahasiswa PTIQ yang mengikuti sandwich di universitas asing? Berapa publikasi di jurnal bereputasi yang terindeks dunia seperti scopus? dan masih banyak hal lagi. Hal ini penting untuk mendongkrak PTIQ menjadi universitas unggul," kata Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2015-2019 ini.
Lihat Juga :