Silatnas IKAPTIQ Dorong Penyegaran Kepemimpinan Universitas PTIQ Jakarta
Senin, 12 Agustus 2024 - 18:36 WIB
loading...
A
A
A
Hal senada juga diungkapkan Masykuri Abdillah. Menurutnya, PTIQ harus bisa melengkapi 8 standar universitas untuk dapat bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Menurutnya, alumnus PTIQ yang bagus karena dosennya memang berkualitas, serta fasilitas yang memadai. Selain itu, pengelolaan kampus dan keuangan juga harus baik.
"Salah satu hal yang bisa mengurangi nilai PTIQ adalah rektornya tidak boleh lebih dari dua periode," tegas alumni angkatan 1977 yang saat ini menjadi Staf Khusus Wakil Presiden RI 2019-2024 ini.
Sementara, Musni Umar menyatakan, PTIQ harus mengembalikan program mahasiswa utusan daerah sebagaimana awal-awal PTIQ didirikan. Namun demikian, kata Rektor Ibnu Chaldun ini, alumni PTIQ tidak boleh hanya berorientasi pada agama dan ubudiyah.
"PTIQ harus melahirkan khalifah, sebagaimana yang diajarkan dalam Al-Qur'an, bukan sekadar bidang agama, tetapi khalifah-khalifah di berbagai bidang kehidupan, baik ekonomi, politik, maupun sosial," ujar alumnus angkatan 1972 asal Sulawesi Tenggara ini.
Berdasarkan pandangan-pandangan yang berkembang dalam silatnas tersebut, para alumni PTIQ merekomendasikan kepada pimpinan PTIQ untuk melakukan reformasi manajemen dan sekaligus melakukan penyegaran kepemimpinan Universitas PTIQ Jakarta. Mengingat kepemimpinan Rektor PTIQ Nasaruddin Umar sudah lebih dari 20 tahun menjabat, bahkan mencapai 25 tahun.
"Salah satu hal yang bisa mengurangi nilai PTIQ adalah rektornya tidak boleh lebih dari dua periode," tegas alumni angkatan 1977 yang saat ini menjadi Staf Khusus Wakil Presiden RI 2019-2024 ini.
Sementara, Musni Umar menyatakan, PTIQ harus mengembalikan program mahasiswa utusan daerah sebagaimana awal-awal PTIQ didirikan. Namun demikian, kata Rektor Ibnu Chaldun ini, alumni PTIQ tidak boleh hanya berorientasi pada agama dan ubudiyah.
"PTIQ harus melahirkan khalifah, sebagaimana yang diajarkan dalam Al-Qur'an, bukan sekadar bidang agama, tetapi khalifah-khalifah di berbagai bidang kehidupan, baik ekonomi, politik, maupun sosial," ujar alumnus angkatan 1972 asal Sulawesi Tenggara ini.
Berdasarkan pandangan-pandangan yang berkembang dalam silatnas tersebut, para alumni PTIQ merekomendasikan kepada pimpinan PTIQ untuk melakukan reformasi manajemen dan sekaligus melakukan penyegaran kepemimpinan Universitas PTIQ Jakarta. Mengingat kepemimpinan Rektor PTIQ Nasaruddin Umar sudah lebih dari 20 tahun menjabat, bahkan mencapai 25 tahun.
Lihat Juga :