alexametrics

Pantau Kondisi Papua Barat, Jokowi Telepon Gubernur Mandacan

loading...
Pantau Kondisi Papua Barat, Jokowi Telepon Gubernur Mandacan
Presiden Jokowi menjawab wartawan saat berkunjung ke Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (21/8/2019) siang. Foto/Setkab
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan mengikuti perkembangan kondisi di Papua dan Papua Barat terkait aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini.

Bahkan mantan Wali Kota Solo itu berencana ke Kota Jayapura pada pekan depan untuk meresmikan jembatan Holtekamp.

“Saya ikuti terus kok. Tadi pagi saya telepon juga Pak Gubernur Mandacan (Dominggus Mandacan-red) di Papua Barat untuk menanyakan mengenai di Manokwari, apa sudah baik? Sorong seperti apa?” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meninjau tambak garam eks tanah hak guna usaha (HGU), di Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (21/8/2019) siang seperti dikutip dari setkab.go.id.



Bukan hanya Manokwari dan Sorong, Jokowi mengaku juga mengikuti perkembangan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, yang hari ini dikabarkan terjadi aksi demonstrasi.

“Sudah, apa, mulai tekondisikan baik, ya,” ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta.

Dia juga menyampaikan kemungkinan dirinya ke Papua untuk meresmikan Jembatan Holtekamp. “Ya baru kita atur dalam rangka untuk meresmikan Jembatan Holtekamp, mungkin awal-awal bulan depan,” ucap Presiden Jokowi.

Jembatan sepanjang 433 meter itu dibangun dengan anggaran sebesar Rp1,3 triliun. Keberadaan jembatan dengan tipe pelengkung baja ini memperpendek jarak dan waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw dari semula dua setengah jam menjadi satu jam.

Keberadaan jembatan ini juga menjadi solusi permasalahan kepadatan penduduk di Kota Jayapura. Sebelum adanya jembatan, penyebaran penduduk Kota Jayapura tidak merata.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak