Soal Potensi Kotak Kosong di Pilkada 2024, KPU Ingatkan Pengalaman Pilwalkot Makassar

Jum'at, 09 Agustus 2024 - 07:25 WIB
loading...
Soal Potensi Kotak Kosong...
Ketua KPU Mochammad Afifuddin (kanan) bersama host One on One Ujian KPU di Pilkada 2024 di Sindonews TV Samuel Purba. Foto/Danandaya Arya Putra
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap menggelar Pilkada Serentak 2024 meski ada satu daerah melawan kotak kosong. Sebab, sudah ada pengalaman pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Mochammad Afifuddin dalam program One on One 'Ujian KPU di Pilkada 2024' di Sindonews TV yang akan tayang pada Jumat, 9 Agustus 2024 pukul 21.30 WIB.

“Kotak kosong, dalam pengalaman kita itu memang ada, bahkan dalam pengalaman pilkada di Sulawesi Selatan di Kota Makassar pernah kotak kosong menang,” kata Afifuddin ketika ditanya soal kotak kosong oleh host One on One Samuel Purba.

Baca juga: Kemenangan Kotak Kosong di Pilwalkot Makassar Dinilai Tragedi Politik



Afifuddin mengatakan, secara ideal kontestasi atau kompetisi pemilihan kepala daerah ini ialah pertarungan antarpasangan calon (paslon), bukan paslon vs kotak kosong. Oleh sebab itu, dia berharap tak ada kotak kosong nantinya.

"Kami ini kan juga pengin yang namanya negara demokrasi yang berkembang baik itu, tidak kurang kandidat tidak kurang paslon kan idealnya gitu," ucapnya.

Baca juga: Wacana KIM Plus di 3 Pilkada, Siapa Jagoannya?

"Tentu kami lebih ingin juga kalau ya, normalnya ada calon di semua pimpinannya seterusnya," sambungnya.

Meski begitu, KPU sadar dinamika politik di tiap daerah pasti akan berbeda-beda. Pihaknya tetap siap menyukseskan pesta demokrasi ini, dengan dinamika yang ada.

"Tapi situasi politiknya kan enggak mungkin semuanya berdasarkan semua yang kita pikirkan, nah ini yang kemudian kita tahu bagaimana situasi di masing-masing daerah," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
Ungkap Alasan Tidak...
Ungkap Alasan Tidak Teliti Ijazah Presiden Selain Jokowi, Abdul Gafur: Punya Indikasi Palsu Gak?
Roy Suryo Ungkap Ada...
Roy Suryo Ungkap Ada Perbedaan di Salinan Ijazah Jokowi dari KPU
Bonatua Diperiksa Kasus...
Bonatua Diperiksa Kasus Ijazah Jokowi, Dicecar 27 Pertanyaan
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Pedagang Lansia Menangis...
Pedagang Lansia Menangis Histeris Terkena Razia Petugas Saat Sedang Makan
Gempa M 6.7 Guncang...
Gempa M 6.7 Guncang Palu: Update Kondisi Terkini & Peringatan BMKG
Rekomendasi
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Jelang Lawan Arab Saudi,...
Jelang Lawan Arab Saudi, Yamal Belum Siap Main 90 Menit
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved