Rumah untuk Rakyat di Normal Baru
Selasa, 25 Agustus 2020 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Anjuran untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan penting atau mendesak sebagai upaya menghentikan penyebaran Covid-19 harus terus digaungkan. Penyempurnaan pelaksanaan kegiatan belajar, bekerja, hingga beribadah di rumah saja menegaskan rumah memiliki peran sentral sebagai pusat kenormalan baru.
Rumah harus sehat, agar anak-anak dapat belajar, orang tua bekerja, dan seluruh anggota keluarga beribadah dengan nyaman. Bukaan membuat sirkulasi udara mengalir lancar, cahaya cukup menerangi ruangan, serta keterkaitan dengan taman. Penghuni menerapkan pola hidup bersih sehat, makan makanan sehat bergizi, rajin berolahraga, serta istirahat cukup. Tubuh yang sehat menjadi modal utama menangkal penyakit termasuk Covid-19.
Dengan rumah sehat, warga diharapkan tetap dapat beraktivitas dan produktif selama pandemi Covid-19. Inovasi, kreasi, dan kolaborasi seluruh anggota keluarga harus dikembangkan agar produktivitas dari rumah dapat maksimal.
Rumah harus dikembalikan maknanya sebagai tempat hunian manusia yang bermartabat, beradab, sehat, dan hidup bermukim dalam satu komunitas. Urusan perumahan rakyat bukan sekadar soal rumah (house), melainkan hunian (home). Jika hunian menjadi dasar maka ukuran rumah adalah kenyamanan, keterjangkauan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan. Itulah makna sejati Hari Perumahan Nasional.
Rumah harus sehat, agar anak-anak dapat belajar, orang tua bekerja, dan seluruh anggota keluarga beribadah dengan nyaman. Bukaan membuat sirkulasi udara mengalir lancar, cahaya cukup menerangi ruangan, serta keterkaitan dengan taman. Penghuni menerapkan pola hidup bersih sehat, makan makanan sehat bergizi, rajin berolahraga, serta istirahat cukup. Tubuh yang sehat menjadi modal utama menangkal penyakit termasuk Covid-19.
Dengan rumah sehat, warga diharapkan tetap dapat beraktivitas dan produktif selama pandemi Covid-19. Inovasi, kreasi, dan kolaborasi seluruh anggota keluarga harus dikembangkan agar produktivitas dari rumah dapat maksimal.
Rumah harus dikembalikan maknanya sebagai tempat hunian manusia yang bermartabat, beradab, sehat, dan hidup bermukim dalam satu komunitas. Urusan perumahan rakyat bukan sekadar soal rumah (house), melainkan hunian (home). Jika hunian menjadi dasar maka ukuran rumah adalah kenyamanan, keterjangkauan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan. Itulah makna sejati Hari Perumahan Nasional.
(ras)