Akhir 2020, 20–30 Juta Vaksin Covid-19 Masuk Indonesia
Selasa, 25 Agustus 2020 - 06:46 WIB
loading...
A
A
A
Diketahui, sebelumnya pemerintah yang diwakili Bio Farma dan Sinovac sudah menandatangani kesepakatan tentang suply bulk vaksin Covid-19 Ready to Fill (RTF). Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menlu Retno dan Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana KPEN Erick Thohir.
Atas kerja sama itu, Bio Farma tinggal menunggu kiriman 10 juta dosis bulk vaksin Covid-19 pertama pada November 2020. Selanjutnya pada Desember 2020 akan datang 10 juta dosis bulk berikutnya. Kemudian pada Januari 2021 hingga Maret 2021 akan datang 10 juta dosis bulk vaksin Covid-19 setiap bulannya.
Dengan begitu, total yang akan diterima Bio Farma sampai Maret 2021 adalah 50 juta bulk vaksin Covid-19. "Mari kita tuntaskan tugas besar kita untuk segera memproduksi vaksin dan mendistribusikannya bagi masyarakat Indonesia.” ujar Honesti.
Bio Farma sendiri sudah mempersiapkan fasilitas produksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas 100 juta dosis pada Agustus 2020, dan akhir Desember 2020 akan ada tambahan kapasitas produksi 150 juta dosis.
Sementara itu, proses uji klinis vaksin Covid-19 produksi Sinovac, China masih terus berlangsung. Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah dijadwalkan menjadi relawan. Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi Jabar Hermansyah mengatakan, sebelum penyuntikan dilakukan, Ridwan Kamil akan menjalani pemeriksaan fisik dan uji usap (swab test) dengan metode polymerase chain reaction (PCR).
"Kunjungan pertama, Bapak Gubernur akan diperiksa kondisi fisik dan diambil swab-nya. Jika hasilnya negatif, tiga hari kemudian Pak Gubernur menjalani proses penyuntikan. Proses uji klinis Bapak Gubernur tidak dapat diliput secara langsung oleh media," ujar Hermansyah di Bandung kemarin. (Baca juga: Zulhas Sebut Gaya Kepemimpinan Amien Rais Ibarat Pesawat)
Menurut Hermansyah, keikutsertaan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, sebagai relawan uji klinis kandidat vaksin Covid-19 untuk meyakinkan masyarakat bahwa uji klinis vaksin dilakukan secara ilmiah. "Pemerintah memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui proses yang kita tunggu-tunggu, yakni adanya vaksin Covid-19," katanya.
Sementara itu, juru bicara tim uji klinis Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran Rodman Tarigan mengatakan, selama uji klinis, setiap relawan melakukan lima kunjungan penelitian. Pada kunjungan pertama, relawan akan mendapatkan penjelasan mengenai alur uji klinis dan swab test.
Atas kerja sama itu, Bio Farma tinggal menunggu kiriman 10 juta dosis bulk vaksin Covid-19 pertama pada November 2020. Selanjutnya pada Desember 2020 akan datang 10 juta dosis bulk berikutnya. Kemudian pada Januari 2021 hingga Maret 2021 akan datang 10 juta dosis bulk vaksin Covid-19 setiap bulannya.
Dengan begitu, total yang akan diterima Bio Farma sampai Maret 2021 adalah 50 juta bulk vaksin Covid-19. "Mari kita tuntaskan tugas besar kita untuk segera memproduksi vaksin dan mendistribusikannya bagi masyarakat Indonesia.” ujar Honesti.
Bio Farma sendiri sudah mempersiapkan fasilitas produksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas 100 juta dosis pada Agustus 2020, dan akhir Desember 2020 akan ada tambahan kapasitas produksi 150 juta dosis.
Sementara itu, proses uji klinis vaksin Covid-19 produksi Sinovac, China masih terus berlangsung. Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah dijadwalkan menjadi relawan. Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi Jabar Hermansyah mengatakan, sebelum penyuntikan dilakukan, Ridwan Kamil akan menjalani pemeriksaan fisik dan uji usap (swab test) dengan metode polymerase chain reaction (PCR).
"Kunjungan pertama, Bapak Gubernur akan diperiksa kondisi fisik dan diambil swab-nya. Jika hasilnya negatif, tiga hari kemudian Pak Gubernur menjalani proses penyuntikan. Proses uji klinis Bapak Gubernur tidak dapat diliput secara langsung oleh media," ujar Hermansyah di Bandung kemarin. (Baca juga: Zulhas Sebut Gaya Kepemimpinan Amien Rais Ibarat Pesawat)
Menurut Hermansyah, keikutsertaan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, sebagai relawan uji klinis kandidat vaksin Covid-19 untuk meyakinkan masyarakat bahwa uji klinis vaksin dilakukan secara ilmiah. "Pemerintah memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui proses yang kita tunggu-tunggu, yakni adanya vaksin Covid-19," katanya.
Sementara itu, juru bicara tim uji klinis Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran Rodman Tarigan mengatakan, selama uji klinis, setiap relawan melakukan lima kunjungan penelitian. Pada kunjungan pertama, relawan akan mendapatkan penjelasan mengenai alur uji klinis dan swab test.
Lihat Juga :