Akhir 2020, 20–30 Juta Vaksin Covid-19 Masuk Indonesia
Selasa, 25 Agustus 2020 - 06:46 WIB
loading...
A
A
A
"Hasil tes akan diumumkan 2-3 hari. Jika hasil tes positif, sukarelawan tidak bisa ikut uji klinis. Kalau hasilnya negatif, bisa ikut dalam proses penelitian selanjutnya,” jelas Rodman. (Baca juga: Biar Enggak Resesi, Sri Mulyani Kebut Belanja Pemerintah)
Pada kunjungan kedua, lanjut Rodman, relawan akan kembali mengikuti tes kesehatan fisik dan rapid test. Jika hasil tes memenuhi syarat dan hasil rapid test nonreaktif, penyuntikan vaksin atau plasebo dapat dilakukan. "Setiap suntikan terdapat reaksi dalam waktu 30-40 menit. Jadi, kami menyediakan tempat observasi. Apabila tidak terjadi gejala, sukarelawan dapat pulang," katanya.
Rodman mengatakan, penyuntikan vaksin kedua akan dilakukan dua pekan setelahnya. Kemudian, relawan wajib menjalani dua kunjungan lagi untuk mengetahui reaksi vaksin terhadap kondisi kesehatan. Jika terjadi reaksi, seperti demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, maka relawan diminta melapor kepada tim uji klinis. "Kondisi kesehatan relawan akan dipantau secara intensif oleh tim uji klinis," imbuhnya.
Sementara pada proses uji klinis fase ketiga akan berjalan selama enam bulan atau hingga akhir 2020. Jika berjalan lancar, rencananya vaksin Sinovac akan mendapat izin edar dan diproduksi massal awal 2021 mendatang.
Hingga kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air terus bertambah. Tercatat hingga 24 Agustus 2020, kasus bertambah 1.887 kasus sehingga akumulasi sebanyak 155.412 orang. Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 19.395 spesimen yang dilakukan dengan metode real time PCR dan tes cepat molekuler. (Lihat videonya: Pelaku Ganjal ATM Babak Belur Dihakimi Massa di Banten)
Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 3.560 orang, sehingga total 111.060 orang sembuh. Sementara jumlah yang meninggal, kembali bertambah 79 orang sehingga meninggal menjadi 6.759 orang. Sementara itu, 76.745 suspek Covid-19.
Adapun sebaran penambahan kasus di 34 provinsi per 24 Agustus 2020 menunjukkan DKI Jakarta menjadi penyuplai terbesar dengan kasus baru sebanyak 633, diikuti Jawa Timur (320), Jawa Tengah (152), Jawa Barat (137), dan Papua (83). (Dita Angga/Arif Budianto/Agung Bakti Sarasa)
Pada kunjungan kedua, lanjut Rodman, relawan akan kembali mengikuti tes kesehatan fisik dan rapid test. Jika hasil tes memenuhi syarat dan hasil rapid test nonreaktif, penyuntikan vaksin atau plasebo dapat dilakukan. "Setiap suntikan terdapat reaksi dalam waktu 30-40 menit. Jadi, kami menyediakan tempat observasi. Apabila tidak terjadi gejala, sukarelawan dapat pulang," katanya.
Rodman mengatakan, penyuntikan vaksin kedua akan dilakukan dua pekan setelahnya. Kemudian, relawan wajib menjalani dua kunjungan lagi untuk mengetahui reaksi vaksin terhadap kondisi kesehatan. Jika terjadi reaksi, seperti demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, maka relawan diminta melapor kepada tim uji klinis. "Kondisi kesehatan relawan akan dipantau secara intensif oleh tim uji klinis," imbuhnya.
Sementara pada proses uji klinis fase ketiga akan berjalan selama enam bulan atau hingga akhir 2020. Jika berjalan lancar, rencananya vaksin Sinovac akan mendapat izin edar dan diproduksi massal awal 2021 mendatang.
Hingga kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air terus bertambah. Tercatat hingga 24 Agustus 2020, kasus bertambah 1.887 kasus sehingga akumulasi sebanyak 155.412 orang. Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 19.395 spesimen yang dilakukan dengan metode real time PCR dan tes cepat molekuler. (Lihat videonya: Pelaku Ganjal ATM Babak Belur Dihakimi Massa di Banten)
Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 3.560 orang, sehingga total 111.060 orang sembuh. Sementara jumlah yang meninggal, kembali bertambah 79 orang sehingga meninggal menjadi 6.759 orang. Sementara itu, 76.745 suspek Covid-19.
Adapun sebaran penambahan kasus di 34 provinsi per 24 Agustus 2020 menunjukkan DKI Jakarta menjadi penyuplai terbesar dengan kasus baru sebanyak 633, diikuti Jawa Timur (320), Jawa Tengah (152), Jawa Barat (137), dan Papua (83). (Dita Angga/Arif Budianto/Agung Bakti Sarasa)
(ysw)
Lihat Juga :