Momen Putu BKSAP Ajak Delegasi IPPP Belanja Batik di Sarinah
Kamis, 01 Agustus 2024 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
“Kita ingin menampilkan bahwa komitmen Sarinah sebagai Badan Usaha Milik Negara ingin menghadirkan produk-produk lokal, produk budaya dan produk seni di Indonesia, jika kita lihat memang banyak di sana ada kain tenun, batik, baju-baju batik, belum lagi kerajinan tangan, banyak ukiran, kerajinan besi dan souvenir lainnya yang menunjukkan kekayaan seni budaya Indonesia,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Putu menunjukkan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia yang banyak dipakai tokoh dalam maupun luar negeri. Misalnya, Nelson Mandela dari Afrika Selatan sangat cinta menggunakan batik Indonesia.
“Saat itu kita melihat dan memilih batik, dia (Lord Fakafanua) juga membeli batik. Dia sungguh sangat senang karena bahan batik ini bisa digunakan di kawasan tropis termasuk di negara kepulauan Pasifik. Kalau kita di Indonesia, kita berada di Katulistiwa dengan suhu yang sepanjang tahun panas. Jadi pakaian batik ini juga sangat tepat digunakan di sini,” tutur Anggota Biro Inter-Parliamentary Union (IPU) di komite Pembangunan Berkelanjutan ini.
Dia melanjutkan, pada 1990, Presiden Soeharto memberikan cinderamata batik kepada Nelson Mandela sebanyak 6 setel. Momen tersebut menjadi perkenalan Mandela dengan batik saat ia masih menjabat sebagai Wakil Ketua Kongres Nasional Afrika. “Sejak saat itu, Presiden Nelson Mandela hadir mengenakan batik dalam berbagai acara kenegaraan di forum nasional maupun internasional, termasuk di forum PBB," ucapnya.
Diketahui, pada 2 Oktober 2009, Badan PBB untuk Pendudukan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) menetapkan batik sebagai Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi dari Indonesia. Putu mengatakan, untuk memperkuat hubungan khususnya dengan negara-negara pasifik, Parlemen Indonesia bersama parlemen negara kepulauan pasifik berkomitmen untuk terus mengawal perdamaian dan keamanan (peace and security) kawasan.
Dalam kesempatan tersebut, Putu menunjukkan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia yang banyak dipakai tokoh dalam maupun luar negeri. Misalnya, Nelson Mandela dari Afrika Selatan sangat cinta menggunakan batik Indonesia.
“Saat itu kita melihat dan memilih batik, dia (Lord Fakafanua) juga membeli batik. Dia sungguh sangat senang karena bahan batik ini bisa digunakan di kawasan tropis termasuk di negara kepulauan Pasifik. Kalau kita di Indonesia, kita berada di Katulistiwa dengan suhu yang sepanjang tahun panas. Jadi pakaian batik ini juga sangat tepat digunakan di sini,” tutur Anggota Biro Inter-Parliamentary Union (IPU) di komite Pembangunan Berkelanjutan ini.
Dia melanjutkan, pada 1990, Presiden Soeharto memberikan cinderamata batik kepada Nelson Mandela sebanyak 6 setel. Momen tersebut menjadi perkenalan Mandela dengan batik saat ia masih menjabat sebagai Wakil Ketua Kongres Nasional Afrika. “Sejak saat itu, Presiden Nelson Mandela hadir mengenakan batik dalam berbagai acara kenegaraan di forum nasional maupun internasional, termasuk di forum PBB," ucapnya.
Diketahui, pada 2 Oktober 2009, Badan PBB untuk Pendudukan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) menetapkan batik sebagai Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi dari Indonesia. Putu mengatakan, untuk memperkuat hubungan khususnya dengan negara-negara pasifik, Parlemen Indonesia bersama parlemen negara kepulauan pasifik berkomitmen untuk terus mengawal perdamaian dan keamanan (peace and security) kawasan.
Lihat Juga :