Satu Dekade JKN, Pelayanan Berobat Semakin Cepat dan Bermutu

Rabu, 31 Juli 2024 - 22:38 WIB
loading...
Satu Dekade JKN, Pelayanan...
Uus Usman (54) usai menjalani operasi kepala di RS Margono Purwokerto. Uus merupakan peserta program JKN-BPJS Kesehatan Non-PBI. Foto: Anton Chrisbiyanto/SINDOnews
A A A
PENYAKIT bisa datang dan menyerang kapan saja dan di mana saja. Tak kenal waktu, tak kenal usia. Penyakit bisa merenggut keceriaan secara tiba-tiba. Itulah yang dirasakan Benny Averdi (51) pekerja swasta yang bermukim di Ciputat, Tangerang Selatan. Keceriaan saat merayakan Idul Fitri 1444 Hijriah bersama keluarga besarnya di Pasteur, Bandung sedikit ambyar tatkala sesak nafas menyerangnya.

baca juga: BPJS Kesehatan Jadi Payung Bagi Keluarga Putri

“Tiba-tiba nafas agak sesak, kakak saya menyarankan langsung periksa ke RSUP Hasan Sadikin (RSHS),” kisahnya kepada SINDONews, Rabu (31/7/2024). Kakak Benny yang berprofesi sebagai dokter pun mencurigai adiknya kena serangan jantung. Dugaan kakak Benny tak meleset, setelah menjalani rangkain pemeriksaan termasuk Elektrokardiografi (EKG), Benny didiagnosis mengalami penebalan dinding jantung yang menyebabkan penyempitan saluran nafas di paru-paru.

Dengan kondisi yang masih memungkinkan untuk pulang ke Ciputat, Benny akhirnya menjalani prosedur rawat jalan. Sayangnya Benny masih merasakan ketidaknyamanan saat bernafas. Pria kelahiran Mei 1973 itu langsung menuju faskes tingkat pertama di Ciputat. “Di faskes tingkat pertama saya dirujuk ke RSUD Tangerang Selatan,” paparnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, Benny harus dirujuk ke faskes tingkat lanjutan. Usai menunjukkan riwayat pemeriksaannya di RSHS, Benny pun dirujuk ke RS yang berlokasi di Pasteur, Bandung itu. “Meskipun lintas provinsi, saya bermukim di provinsi Banten, rumah sakitnya di provinsi Jawa Barat, tetapi prosedurnya tak rumit, tak berbelit,” tegasnya.

Benny mengaku tak menemui birokrasi rumah sakit yang berbelit dan melelahkan seperti dulu. “Pelayanan BPJS Kesehatan sekarang cepat. Pelayanan saat dirawat pun sangat baik,” ungkapnya. Benny merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-BPJS Kesehatan kategori Bukan Penerima Bantuan Iuran (Non-PBI).

Bagi Benny, dengan menggunakan BPJS Kesehatan, biaya yang harus dia keluarkan selama menjalani pemeriksaan, perawatan termasuk rawat inap, hingga pengobatan lanjutan sangat minim. Tak ada biaya sepeser pun jika sesuai plafon. Kecuali memang jika dokter meresepkan obat-obatan yang tidak ditanggung sesuai dengan ketentuan BPJS Kesehatan .

Saat ini, lanjut Benny, dirinya masih menjalani perawatan lanjutan dan ditangani oleh dokter Hawani Sasmaya SpJP. “Bagi saya banyak manfaat dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan,” urainya. Penyakit kardiovaskuler seperti yang diderita Bennya bisa menimpa siapa saja.

Di Indonesia, penyakit kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Pada tahun lalu, persentasenya sebesar 19,42% (stroke) dan jantung iskemik (serangan jantung) dengan rasio 14,38%. Bahaya penyakit kardiovaskular itu pula yang menyebabkan Chadie Nurtjahyadi resah. Bagaimana tidak, ibunya yang sudah berusia 74 tahun didiagnosis mengalami gangguan pada jantungnya.

baca juga: BPJS Kesehatan Optimalkan Layanan Skrining Kesehatan bagi Petugas KPPS

Tak sekadar resah karena penyakit yang diderita ibunya, Chadie yang bekerja sebagai karyawan swasta di Kedoya, Jakarta Barat itu resah dengan biaya yang diperkirakan ratusan juta rupiah. “Dua hari saya tak bisa makan memikirkan biayanya yang diperkirakan seratus juta lebih,” paparnya.

Beruntunglah, ibu Chadie masih bisa mengurus JKN-BPJS Kesehatan non-PBI. Sehingga biaya yang harus dia keluarkan hanya beberapa juta saja. Itu pun tak terkait dengan tindakan pemeriksaan, hingga perawatan ibunya. “Semuanya ditanggung, pakai BPJS semua beres,” sebutnya saat ditemui di Jakarta belum lama ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
PDIP Ingatkan Syarat...
PDIP Ingatkan Syarat BPJS Kesehatan bagi Mahasiswa Tidak Memberatkan
PROLANIS Bantu Peserta...
PROLANIS Bantu Peserta JKN Memantau Penyakit Kronis
JKN di Ujung Tanduk:...
JKN di Ujung Tanduk: Risiko Gagal Bayar yang Tidak Boleh Dibiarkan
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
Rekomendasi
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Berita Terkini
Selain Bobby Rizaldi,...
Selain Bobby Rizaldi, Tenaga Ahli hingga Dirjen PKN BPK juga Diperiksa KPK terkait Kasus Bupati Muara Enim
Dokter Tifa Ungkit 12...
Dokter Tifa Ungkit 12 Tahun Jokowi Jadi Pejabat: Tak Pernah Akui Lulusan UGM hingga Tak Diundang Reuni
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Komjak Janji Awasi Jaksa...
Komjak Janji Awasi Jaksa yang Tangani Kasus Febrie Adriansyah
Semarak Harlah PKB,...
Semarak Harlah PKB, Panji Bangsa Harap Perkokoh Nilai Kebangsaan Generasi Muda
PUI Apresiasi Komitmen...
PUI Apresiasi Komitmen Prabowo Perkuat Pemberantasan Korupsi
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved