Bicara soal Manusia Kerap Lupa, Megawati Kisahkan Yudas Iskariot
Selasa, 30 Juli 2024 - 15:47 WIB
loading...
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di Inews Tower, Jakarta, Selasa (30/7/2024). FOTO/MPI/ACHMAD AL FIQRI
A
A
A
JAKARTA - Presiden ke-5 Republik Indonesia (RI) Megawati Soekarnoputri berbicara soal manusia yang kerap lupa. Tanpa bermaksud menyindir, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) itu memberikan refleksi soal bagaimana manusia memang mudah lupa diri.
Megawati bicara soal itu di bagian akhir pidatonya di acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di Inews Tower, Jakarta, Selasa (30/7/2024). Megawati mengaku belakangan kerap ditanya tentang sikap manusia yang kerap lupa.
“Saya ditanya, Ibu, manusia itu kok bisa lupa ya? Loh ndak…. Benar banyak yang nanya ke saya. Loh namanya juga manusia saya bilang. Kalau namanya Nabi (mungkin tidak lupa). Nah tapi terus saya cerita gimana manusia itu memang jadi lupa karena apa? Dia manusia yang dibikin oleh Allah. Nah Nabi saja, saya agama Islam, coba tolong ingat, pada agama Islam, Nabi Muhammad ketika dijadikan Nabi saja itu kan juga tidak mudah,” beber Megawati.
“Terus, ketika beliau sudah dijadikan Nabi, itu saja masih ada perang melawan beliau. Artinya apa? Antara manusia itu terjadi tetap perbedaan. Padahal kan kalau sudah Nabi itu utusan Allah, menurut saya,” tambahnya.
Karena manusia kerap lupa, menurut Megawati, maka dalam ajaran Islam, ada malaikat yang bertugas melakukan evaluasi dan pencatatan terhadap setiap tindakan manusia.
"Apa artinya? Bahwa kita memang selalu sebagai manusia dicoba untuk bisa teguh tidak pada pendirian kita, pada etika kita, pada moral kita, pada nurani kita," ujarnya.
Megawati bicara soal itu di bagian akhir pidatonya di acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di Inews Tower, Jakarta, Selasa (30/7/2024). Megawati mengaku belakangan kerap ditanya tentang sikap manusia yang kerap lupa.
“Saya ditanya, Ibu, manusia itu kok bisa lupa ya? Loh ndak…. Benar banyak yang nanya ke saya. Loh namanya juga manusia saya bilang. Kalau namanya Nabi (mungkin tidak lupa). Nah tapi terus saya cerita gimana manusia itu memang jadi lupa karena apa? Dia manusia yang dibikin oleh Allah. Nah Nabi saja, saya agama Islam, coba tolong ingat, pada agama Islam, Nabi Muhammad ketika dijadikan Nabi saja itu kan juga tidak mudah,” beber Megawati.
“Terus, ketika beliau sudah dijadikan Nabi, itu saja masih ada perang melawan beliau. Artinya apa? Antara manusia itu terjadi tetap perbedaan. Padahal kan kalau sudah Nabi itu utusan Allah, menurut saya,” tambahnya.
Karena manusia kerap lupa, menurut Megawati, maka dalam ajaran Islam, ada malaikat yang bertugas melakukan evaluasi dan pencatatan terhadap setiap tindakan manusia.
"Apa artinya? Bahwa kita memang selalu sebagai manusia dicoba untuk bisa teguh tidak pada pendirian kita, pada etika kita, pada moral kita, pada nurani kita," ujarnya.
Lihat Juga :