Jangan Terpancing Rayuan Kapal Selam China

Selasa, 30 Juli 2024 - 05:04 WIB
loading...
A A A
Di masa itu, Bung Karno sudah memahami betul kapal selam bisa menjadi jimat untuk memenangkan laga di lautan, karena kapal selam adalah apex predator atau predator puncak ekosistem laut yang bisa dengan mudah melumpuhkan kapal perang permukaan, sekalipun kapal induk. Di sisi lain, Proklamator RI itu juga sadar betul betapa pentingnya keberadaan kapal selam untuk melindungi NKRI, yang 70% wilayahnya terdiri dari lautan. Karena itulah tidak heran semasa Orde Lama Indonesia sudah memiliki 12 kapal selam.

Kapasitas kapal selam sebagai game changer tidak terlepas dari aspek stragegis yang dimilikinya. Guru Besar Universitas Pertahanan, Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio pernah mengatakan, bahwa kapal selam adalah alutsista strategis karena memiliki kemampuan operasional seperti pengintaian taktis dan strategis (surveillance and reconnaissance), peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti kapal selam, serangan terhadap sasaran vital di darat (precision strike), operasi penyusupan (raid amphibi), penyebaran ranjau sampai dengan operasi SAR dan pengamanan VVIP.

Karena pentingnya nilai strategis kapal selam, mantan Kepala Staf TNI AL itu merekomendasikan TNI AL memiliki 25 kapal selam. Jumlah tersebut juga mempertimbangkan urgensi Indonesia sebagai negara kepulauan yang dilalui jalur laut komunikasi internasional (sea line of communications– SLOC) dan jalur laut perdagangan international (sea line of trade – SLOT), hingga TNI AL harus menjaga keamanan pelayaran di sejumlah choke points masuk wilayah laut Indonesia.

baca juga: Canggih, Kapal Selam China Mampu Menonaktifkan Starlink

Beberapa referensi juga menyebut aspek strategis kapal selam, yang tidak dimiliki kapal perang permukaan, ataupun alutsista matra darat dan matra udara. Fakta itu merujuk pada keunggulan operasional, yakni mampu menjadi sarana membawa pasukan ke dalam medan operasi khusus secara rahasia dan bisa dimanfaatkan untuk pengumpulan data intelijen serta survei bawah laut terkait kekayaan alam.

Kapal selam juga dapat menghancurkan kekuatan armada kapal perang musuh secara efektif, bisa dibekali sistem persenjataan akurat -baik itu rudal bawah permukaan dan torpedo untuk menghantam kapal perang, kapal selam, maupun sasaran permukaan di daratan.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali saat berbicara pada sarasehan nasional pembangunan kekuatan kapal selam di ujung Surabaya (12/6/2023) juga telah memaparkan kapal selam adalah alutsista strategis armada angkatan laut suatu negara. Keunggulannya terletak pada aspek kerahasiaan dan daya hancur tinggi. Selain itu, dia menyebut kapal selam sebagai pengganda kekuatan tempur signifikan, sehingga memiliki strategic deterrence sangat tinggi.

Selain untuk menjaga wilayah NKRI yang sangat luas dan sebagian besar terdiri dari lautan, akuisisi kapal selam menjadi urgen melihat konteks geopolitik yang berkembang di Laut China Selatan (LCS), yang diwarnai agresivitas China mengklaim mayoritas wilayah ini, dan progresivitas Amerika Serikat memperkuat pengaruh dan kehadirannya di LCS dan Indo Pasifik, termasuk dengan alasan menjamin kebebasan navigasi.

Karena itulah, keputusan akuisisi kapal selam harus mempertimbangkan aspek strategis, dengan kebutuhan mutlak bahwa kapal selam Indonesia tidak boleh kalah saing dengan kapal selam yang lalu lalang di kawasan. Sebagai perbandingan, negara tetangga Singapura memiliki empat kapal selam tipe kelas 218SG buatan Thyssen Krupp Marine System (tk MS) Jerman. Juga Australia tengah menanti kehadiran lima kapal selam bertenaga nuklir kelas Virginia dari Amerika Serikat.

Belum lagi China. Berdasar Global Fire Power 2020, negeri Panda ini memiliki 74 kapal selam, di antaranya tipe 094 bertenaga nuklir yang dilengkapi rudal balistik. Karena itulah, perlu kembali ditekankan pertanyaan apakah pembelian kapal selam baru, termasuk untuk memenuhi kebutuhan ad interim bisa menjawah kebutuhan strategis atau hanya malah sia-sia karena tidak memenuhi kapabilitas diharapkan?

Cacat Sejak Lahir

Urgensi akuisisi kapal selam interim disampaikan langsung KSAL Muhammad Ali di sela seminar tentang kapal selam di Jakarta, pada pertengahan Mei 2023. Alasannya, pembangunan Scorpene Evolved membutuhkan waktu 5-7 tahun lagi. Di satu sisi dimahfumi bahwa jumlah kapal selam TNI AL jauh dari memadahi, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

baca juga: Rusia Pensiunkan Kapal Selam Nuklir Terbesar di Dunia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Disalatkan, Jenazah...
Disalatkan, Jenazah Ryamizard Ryacudu Akan Dimakamkan di TMPN Kalibata Besok
Ryamizard Ryacudu Wafat,...
Ryamizard Ryacudu Wafat, Kemhan: Dedikasi hingga Kontribusinya Akan Terus Dikenang
Isu Bandara Kertajati...
Isu Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer Amerika, Kemhan: Belum Ada Putusan Final
Seskab Teddy: Langit...
Seskab Teddy: Langit Indonesia Harus Aman, Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar
Momen Prabowo Cek Cockpit...
Momen Prabowo Cek Cockpit Jet Tempur Rafale Buatan Prancis
Presiden Prabowo Tegaskan...
Presiden Prabowo Tegaskan Pertahanan Kunci Stabilitas Negara
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Rekomendasi
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved