Sejarah Satuan 81 Kopassus, Unit Antiteror Elite TNI yang Bergerak Tanpa Terlihat dan Terdengar

Minggu, 28 Juli 2024 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Satuan yang memiliki semboyan 'Siap, Setia, Berani' ini bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Satuan ini terdiri dari dua batalyon yakni, Batalyon 811 Sat-81 Kopassus dan Batalyon 812 Sat-81 Kopassus. Kedua batalyon ini dipimpin seorang perwira berpangkat Mayor.

Sejarah Pembentukan Satuan 81 Kopassus

Satuan 81 Kopassus belum lama merayakan hari ulang tahun ke-42 sejak didirikan pada 30 Juni 1982. Pendiriannya tak lepas dari perkembangan jaringan terorisme internasional pada periode 1970 hingga 1980-an. Ancaman tersebut sering muncul dalam bentuk pembajakan pesawat, terutama pada tahun 1970-an, ketika tindakan teror seperti itu banyak dilakukan karena dianggap efektif untuk menarik perhatian internasional.

Ancaman terorisme itu akhirnya menjadi kenyataan. Pesawat DC-9 Garuda Woyla dibajak di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand oleh kelompok ekstremis Komando Jihad pada 28 Maret 1981. Pembajak menuntut agar pemerintah RI membebaskan tahanan yang terlibat penyerangan Kosekta 8606 Pasir Kaliki (Bandung), tahanan dalam kaitan teror Warman (yang terjadi di Raja Polah 22 Agustus 1980), dan tahanan yang terlibat Komando Jihad tahun 1977/1978. Selain itu, para pembajak juga meminta uang USD1,5 juta.

Baca juga: Kisah Operasi Woyla, Aksi Heroik Kopassus Tumpas Pembajak Pesawat Garuda Kurang dari 3 Menit

Pemerintah RI menolak tuntutan pembajak. Jenderal M Jusuf yang menjabat Panglima ABRI menugaskan Kopassandha (saat ini bernama Kopassus) untuk melakukan operasi pembebasan sandra. Tim kecil yang dipimpin Letkol Inf Sintong Panjaitan akhirnya berhasil melumpuhkan kelompok pembajak yang berjumlah 5 orang tersebut. Dalam operasi Woyla, satu anggota tim Kopassandha gugur tertembak, sementara pilot pesawat Kapten Herman Rante yang juga terkena tembakan akhirnya meninggal dunia dalam perawatan medis.

Pembajakan pesawat Woyla menunjukkan ketidaksiapan Indonesia menghadapi ancaman terorisme. Asisten Intelijen Hankam/Kepala Pusat Intelijen Strategis/Asisten Intelijen Kopkamtib Letjen TNI Leonardus Benjamin Moerdani kemudian menginisiasi pembentukan satuan antiteror. Dalam buku yang ditulis oleh Julius Pour berjudul 'Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan', Benny Moerdani memanggil Kapten Infanteri Prabowo Subianto dan Mayor Infanteri Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengikuti pelatihan antiteror di Grenzschutzgruppe-9 (GSG-9) Jerman Barat.

Prabowo, yang mengutip perintah Benny Moerdani dalam buku 'Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto', mengatakan, "Kita harus memiliki pasukan antiteror. Kalian berdua pergi belajar di sana dan setelah itu, kalian harus kembali dan membentuk serta melatih pasukan antiteror kita," tulis Prabowo dikutip, Sabtu (27/7/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Ryamizard Ryacudu Meninggal...
Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, TNI AD Berduka: Pengabdiannya Inspirasi bagi Prajurit
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
TNI AD Turun Perkuat...
TNI AD Turun Perkuat Patroli Antibegal, Kadispenad: Penindakan Tetap Wewenang Polisi
Prabowo Resmikan Museum...
Prabowo Resmikan Museum Seskoad, Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Rekomendasi
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved