Sejarah Satuan 81 Kopassus, Unit Antiteror Elite TNI yang Bergerak Tanpa Terlihat dan Terdengar
Minggu, 28 Juli 2024 - 05:15 WIB
loading...
Satuan 81 Kopassus terdiri dari prajurit dengan kualifikasi di atas rat-rata. Unit antiteror elite ini memiliki visi misi tidak diketahui, tidak terdengar, dan tidak terlihat. FOTO/DOK.KOPASSUS
A
A
A
JAKARTA - Sejarah Satuan 81 Kopassus menarik diketahui. Unit antiteror elite milik Korps Baret Merah tersebut harum namanya hingga ke luar negeri karena berhasil dalam melaksanakan sejumlah operasi, baik militer maupun kemanusiaan.
Beberapa operasi yang menyita perhatian antara lain Operasi Mapenduma yang membebaskan sandera 9 peneliti asing yang tergabung dalam Ekspedisi Lorentz di Papua pada 1996; Operasi pembebasan KMV Sinar Kudus dari perompak di Somalia pada 2011; Operasi pembebasan 347 sandera di Tembagapura, Papua pada 2017; dan operasi kemanusiaan lainnya.
Satuan 81 Kopassus terdiri dari prajurit-prajurit dengan kualifikasi di atas rata-rata, yang telah melalui proses seleksi ketat di Kopassus. Unit setara grup ini beroperasi di bawah kerahasiaan yang ketat, memastikan bahwa setiap misi yang mereka jalankan tetap efektif dan terjaga dari pengamatan publik. Visi dan misi Satuan-81 adalah untuk 'tidak diketahui, tidak terdengar, dan tidak terlihat'.
Baca juga: Daftar 5 Grup Kopassus, Nomor 4 Satuan Khusus Antiteror Bermarkas di Cijantung
Dikutip dari buku berjudul 'Kopassus untuk Indonesia' dijelaskan, Satuan 81 Kopassus mampu melaksanakan operasi lawan terorisme atau counter terrorism, penjinakan bom, bantuan intelijen teknik, perang kota, pengamanan VVIP, serta melaksanakan sabotase, dan lawan sabotase.
Tugas operasi pasukan antiteror yang dilengkapi dengan perlengkapan khusus ini untuk melakukan tindakan cepat dan tepat mengatasi aksi teror terhadap sasaran strategis terpilih baik di dalam maupun di luar wilayah yuridiksi nasional Indonesia.
Beberapa operasi yang menyita perhatian antara lain Operasi Mapenduma yang membebaskan sandera 9 peneliti asing yang tergabung dalam Ekspedisi Lorentz di Papua pada 1996; Operasi pembebasan KMV Sinar Kudus dari perompak di Somalia pada 2011; Operasi pembebasan 347 sandera di Tembagapura, Papua pada 2017; dan operasi kemanusiaan lainnya.
Satuan 81 Kopassus terdiri dari prajurit-prajurit dengan kualifikasi di atas rata-rata, yang telah melalui proses seleksi ketat di Kopassus. Unit setara grup ini beroperasi di bawah kerahasiaan yang ketat, memastikan bahwa setiap misi yang mereka jalankan tetap efektif dan terjaga dari pengamatan publik. Visi dan misi Satuan-81 adalah untuk 'tidak diketahui, tidak terdengar, dan tidak terlihat'.
Baca juga: Daftar 5 Grup Kopassus, Nomor 4 Satuan Khusus Antiteror Bermarkas di Cijantung
Dikutip dari buku berjudul 'Kopassus untuk Indonesia' dijelaskan, Satuan 81 Kopassus mampu melaksanakan operasi lawan terorisme atau counter terrorism, penjinakan bom, bantuan intelijen teknik, perang kota, pengamanan VVIP, serta melaksanakan sabotase, dan lawan sabotase.
Tugas operasi pasukan antiteror yang dilengkapi dengan perlengkapan khusus ini untuk melakukan tindakan cepat dan tepat mengatasi aksi teror terhadap sasaran strategis terpilih baik di dalam maupun di luar wilayah yuridiksi nasional Indonesia.
Lihat Juga :