Pengembaraan Tak Pernah Usai Seniman Nurhidayat

Jum'at, 26 Juli 2024 - 10:45 WIB
loading...
A A A
Pengembaraan Tak Pernah Usai Seniman Nurhidayat


Komentarnya sebagai sahabat lama sekaligus kurator tentang Nurhidayat adalah praktik artistiknya sebagai seniman yang mewarisi generasi Figuratif-Naratif di Perancis. “Ia mewakili Asia dan Indonesia, Nurhidayat dengan metode artistiknya dengan cara mengamati, menelisik, mencerap, memahami, lingkungan dan kebudayaan baru tempat Nurhidayat hidup sekarang,” ujarnya di tajuk kuratorial.

Ketika Amerika Serikat, sebagai pendulum utama menggoyang magnet seni rupa Barat paska perang dunia ke- II dan hadirnya gerakan pop art yang mengkritisi kehidupan urban, saat sama era post-imprisionisme Eropa di akhir abad dan awal abad ke-20 berakhir. Demikian juga manifesto Surealisme memudar dan merangseknya gaya abstrak, maka serta-merta kehadiran spirit pop-art mengemuka menggedor jantung Eropa.

Gerakan Figuratif-Naratif dengan cepat menggejala dengan isyarat warna-warna mencolok bak poster, bill-board, cover majalah gaya hidup, serta hiruk-pikuk sebagian kelas menengah-atas Eropa sebagai borjuisme anyar. Fenomena itu meruyak dengan mitos-mitos benda-benda konsumen yang diberhalakan, dan tentu saja Nurhidayat mau tak mau terinspirasi.

baca juga: Geger Penampakan 'Sepatu Nike' dalam Lukisan Berusia 400 tahun

Tegangan masa-masa penuh kenangan di masa lalu Eropa, melankolinya sebagai perantau yang terasing, ingatannya pada Tanah Air serta perasaan keriuhan pada abad ke-21 berefleksi dalam sosok-sosok patung dan figur-figur lukisan lelaki dandy di karya-karyanya, seperti di karya berjuluk Flanerie #4, 2024, Acrylic on canvas, 110 x 100 cm.

Sosok-sosok pesolek, pria yang mengutamakan penampilan fisik dan dandanan pribadi, bahasa yang santun nan halus berbunga, bertenaga bagai kuda, dan penggunaan waktu luang yang banyak, kemudian berciri desain segala hal dengan komposisi elegan dan tertata diimbuhi kerumunan manusia-manusia yang menggambarkan Eropa klasik dalam keraguan.

Pengembaraan Tak Pernah Usai Seniman Nurhidayat


Kanvas-kanvas Nurhidayat hampir semua selalu menampilkan horizon, bertemunya kaki-langit dan bumi dengan sebuah drama tentang orang-orang berpakaian necis, baik laki-laki dan para lady, perempuan anggun selalu muncul dalam pose yang nyaris sempurna. Berpakaian yang indah serta pose yang benar-benar elok, sebagai misal di karya Flanerie #3, 2024, Drawing on canvas, 110 x 90 cm.

Mereka semua citraan-citraan itu hadir di lansekap hutan, kebun-kebun luas pedesaan Eropa, binatang-binatang yang jinak dan bertopeng teka-teki, gunung-gunung serta ngarai, bahkan panorama alam bawah laut yang mengagumkan seolah impian tentang kesempurnaan hidup dalam pengembaraan imajinasi.

“Saya selalu mencari idealisasi, ingin merenggut kesempurnaan dengan tata-letak yang sebagus mungkin, dan menggunakan seluruh waktu saya untuk membuat detil-detil drawing dan coloring dengan sejumlah instrumen seperti drawing-pen berbagai medium dan sistem pewarnaan yang berlapis; warna menjadi benar-benar matang,” ujar Nurhidayat.

Alhasil, karya-karya Nurhidayat membawa kita jauh ke idealisasi manusia yang seolah mengguman kagum, berfantasi untuk memaksimalkan potensi intelektual serta menghubungkan tiap simbol dan lambang pun berdamai dalam keterasingan.

Penyair legendaris Perancis abad ke-19, Charles Baudelaire mungkin benar, bahwa bisa jadi Nurhidayat ingin menangkap spirit ini, yakni seperti dikatakannya kebiasaan berkeliling tanpa tujuan—mengelandang tanpa arah sebagai Flaneur—adalah lebih dari sekadar pengembara namun pengendapan hati dan nalar tentang imajinasi kota-kota dan sesiapa saja mendadak menjadi filsuf. Easi Baudelaire tentang itu, dibuat di Paris di The Painter of Modern Life, yang diterbitkan di Le Figaro pada 1863.

Perempuan Nurhidayat di Pusat Semesta
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melihat Tas Kulit Be...
Melihat Tas Kulit Be El Be, Seni Ukir yang Lahir dari Kegelisahan Istri Prajurit TNI AD
Pameran Seni Rupa UMB,...
Pameran Seni Rupa UMB, Menafisr Ulang Peran Perempuan lewat Karya 17 Dosen
Hasil Penjualan Event...
Hasil Penjualan Event Lukisan Warisan Jiwa Didonasikan untuk Klinik Kesehatan Gratis
Lewat Karya Seni, SBY:...
Lewat Karya Seni, SBY: Kami Semua Ingin Indonesia Tetap Damai
SBY dan Pramono Dampingi...
SBY dan Pramono Dampingi Pelukis Jerman Melukis Monas dari Lantai 23 Balai Kota
Denny JA Luncurkan Genre...
Denny JA Luncurkan Genre Baru Seni Rupa Berupa Lukisan Imajinasi Nusantara
Tong Sampah Jadi Media...
Tong Sampah Jadi Media Seni untuk Gaungkan Edukasi Lingkungan
Art & Bali 2026 Digelar...
Art & Bali 2026 Digelar September, Ajang Temu Galeri, Seniman dan Budayawan Internasional
Sambut Ramadan, Denny...
Sambut Ramadan, Denny JA Gelar Pameran Lukisan Sumatra Menangis dan Kritik Ekologi
Rekomendasi
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved