3 Fakta Pengangkatan Komisaris Baru PLN, Nomor Terakhir Jadi Sorotan
Rabu, 24 Juli 2024 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Andi juga diketahui sebagai salah satu korban penculikan aktivis pada 1998. Pria kelahiran Lampung 1970 ini dianggap sebagai ancaman karena aktivitasnya waktu itu.
Beranjak dari aktivis PRD, Andi bergabung bersama Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat SBY memasuki periode kedua pemerintahan, dia sempat diangkat menjadi Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam (2009-2014).
Terbaru, Andi Arief ditunjuk menjadi Komisaris Independen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Penunjukkan itu didasarkan pada Surat Nomor: UND-30/Wk.MBU.01/07/2024 dari Kementerian BUMN.
Sebelum itu, Andi juga tercatat pernah menjadi Komisaris PT Pos Indonesia (Persero). Posisi ini ditempati periode 2006-2008.
Baca juga: Andi Arief Jadi Komisaris PLN, Begini Nasibnya di Kepengurusan DPP Demokrat
Beranjak dari aktivis PRD, Andi bergabung bersama Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat SBY memasuki periode kedua pemerintahan, dia sempat diangkat menjadi Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam (2009-2014).
Terbaru, Andi Arief ditunjuk menjadi Komisaris Independen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Penunjukkan itu didasarkan pada Surat Nomor: UND-30/Wk.MBU.01/07/2024 dari Kementerian BUMN.
Sebelum itu, Andi juga tercatat pernah menjadi Komisaris PT Pos Indonesia (Persero). Posisi ini ditempati periode 2006-2008.
Baca juga: Andi Arief Jadi Komisaris PLN, Begini Nasibnya di Kepengurusan DPP Demokrat
2. Burhanuddin Abdullah Jadi Komut
Selain Andi Arief, perombakan jajaran komisaris PLN juga memasukkan nama Burhanuddin Abdullah. Bedanya, dia diangkat menjadi Komisaris Utama (Komut).Lihat Juga :