alexametrics

Caleg Terpilih Diajak Ikut Cegah Radikalisme dan Terorisme

loading...
Caleg Terpilih Diajak Ikut Cegah Radikalisme dan Terorisme
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang bahaya radikalisme negatif dan terorisme menjadi salah satu tugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Tugas itu dilakukan secara berkesinambungan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Agar penanganannya efektif, BNPT terus melakukan koordinasi dengan berbagai elemen untuk mengurai permasalahan terorisme, termasuk partai politik dan para wakil rakyat.

Wakil rakyat terpilih dinilai harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat serta kesadaran dan kewaspadaan untuk mencegah masuknya paham radikal terorisme sekaligus untuk mencegah aksi terorisme di tengah masyarakat.



“Kalau kita punya nilai kebangsaan kuat, itu bisa kita jadikan filter. Kalau tidak, hal itu yang bisa membuat masyarakat atau bahkan anggota dewan terpapar radikalisme dan terorisme. Oleh sebab itu kita harus mengantisipasi. Kita bangun kesadaran itu, termasuk kepada wakil-wakil rakyat yang ada di Nasdem,” tutur Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius di hadapan para anggota DPR terpilih, ketua, dan anggota DPW Partai Nasdem periode 2019-2024 di Kampus Akademi Bela Negara Partai NasDem, di Jakarta, Kamis 18 Juli 2019 malam.

Kemudian Suhardi mengungkapkan beberapa poin yang harus dimiliki sebagai anggota dewan terpilih.

“Calon legislatif yang akan duduk di kursi pemerintahan harus mempunyai sense of crisis, punya naluri kebangsaan tinggi, peka terhadap perubahan dan kemampuan analisa dampaknya, sehingga mampu mengidentifikasi akar masalah terorisme dan bisa memberikan penanganannya,” ungkapnya.

Suhardi mengingatkan, Indonesia memiliki beragam suku, budaya, dan etnis yang menjadi sebuah keuntungan sehingga harus dijaga dan dilestarikan. Namun, jika masyarakat Indonesia tidak mampu menjaganya, Indonesia bisa tercerai-berai.

“Semua elemen bangsa harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi agar tidak mudah terpapar oleh paham radikalisme negatif dan terorisme,” kata mantan Kabareskrim Polri ini.

Dia mengimbau seluruh peserta yang lolos menjadi anggota DPR dari Partai NasDem untuk peduli terhadap lingkungan. “Jangan cuek, kita harus peduli terhadap lingkungan kita. Karena apa? Kita sangat rentan, karena kita ini negara multi etnis, keberagaman adalah suatu keuntungan buat kita yang harus kita jaga,” ujarnya.

Suhardi juga berharap peserta yang hadir untuk peduli pada permasalahan di sekitar masyarakat, termasuk merebaknya paham radikalisme dan terorisme yang beredar.

“Harapannya mereka betul-betul menjadi representasi rakyat. Peduli terhadap rakyat dan situasinya. Kalau sekarang banyak yang terpapar radikalisme terorisme, jangan dibiarkan berkembang. Tolong produk undang-undang betul-betul melindungi supaya kita bisa mereduksi bahaya radikalisme terorisme, bahkan kalau bisa dihilangkan,” tuturnya.

Pada akhir paparannya, Suhardi menitipkan pesan bagi para anggota legislatif terpilih Partai Nasdem periode 2019-2024 untuk membangkitkan kembali budaya asli Indonesia yang sudah mulai dilupakan masyarakatnya.

“Yang paling penting saya minta tolong kepada anggota legislatif yang terpilih, kearifan lokal dibangkitkan kembali, karena keberagaman yang ada di Indonesia sudah mulai luntur dan tertinggal. Malah dari negara lain yang belajar tentang budaya kita,” tuturnya.

Kehadiran Kepala BNPT untuk memberikan pencerahan tentang bahaya radikalisme serta pencegahan radikalisme dan terorisme disambut baik Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem, Johnny G Plate.

“Materi yang diberikan oleh Kepala BNPT betul-betul memberikan gambaran yang lengkap pada calon-calon Anggota DPR terpilih dari Partai Nasdem,” kata Johny.

Dia sepakat untuk mengatasi masalah terorisme harus mempunyai cara yang sesuai dengan pendekatan yang bisa diterima di negaranya masing-masing, termasuk metode yang sudah dilakukan BNPT, yaitu dengan pendekatan lunak atau soft approach.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak