Moeldoko Tak Setuju TNI Berbisnis: TNI Profesional, Jangan Bergeser!
Senin, 22 Juli 2024 - 21:17 WIB
loading...
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan pers di Kantor KSP, Jakarta, Senin (22/7/2024). FOTO/MPI/RAKA DWI NOVIANTO
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tidak setuju anggota TNI menjalankan bisnis. Moeldoko menekankan bahwa TNI harus profesional.
"Saya secara pribadi tidak setuju TNI boleh bisnis. Nanti gimana urusan kerjaannya? TNI profesional. Jangan bergeser dari itu," kata Moeldoko di Kantor KSP, Jakarta, Senin (22/7/2024).
Moeldoko mengatakan, di zaman lalu, TNI memiliki yayasan untuk berbisnis. Namun, saat ini yayasan untuk berbisnis tersebut sudah tidak ada lagi.
Baca juga: RUU TNI-Polri Disebut Bermasalah, Jokowi: Tanyakan ke DPR, Menko Polhukam
"Kalau dulu, TNI memiliki yayasan. Akhirnya lembaga lembaga yayasan yang cenderung digunakan untuk alat bisnis sudah tidak ada lagi di TNI," katanya.
Mantan Panglima TNI ini meminta semua pihak untuk ikut mengawal perkembangan dari revisi Undang-Undang TNI/Polri.
"Saya pikir semua dari kita ikut mengawal, ikut melihat perkembangannya. Saya selalu mengatakan masyarakat jangan terlalu kuatir. Bahwa TNI akan kembali, enggak," kata Moeldoko.
Moeldoko berharap masyarakat tidak perlu menanggapi secara berlebihan dan khawatir. Sebab, dirinya meyakini bahwa TNI saat ini ingin menjadi profesional.
Baca juga: KSAD Minta Masyarakat Tak Khawatir Usulan Larangan Tentara Berbisnis Dihapus di RUU TNI
"Kalau dulu masyarakat yang menginginkan TNI profesional. Sekarang justru TNI yang menginginkan, jadikan kami prajurit yang profesional. Syaratnya apa? Supaya kebutuhan alutsistanya dilengkapi, kesejahteraannya juga diperbaiki. Itu. Jadi menurut saya tidak perlu berlebihan menyikapi itu," katanya.
"Saya secara pribadi tidak setuju TNI boleh bisnis. Nanti gimana urusan kerjaannya? TNI profesional. Jangan bergeser dari itu," kata Moeldoko di Kantor KSP, Jakarta, Senin (22/7/2024).
Moeldoko mengatakan, di zaman lalu, TNI memiliki yayasan untuk berbisnis. Namun, saat ini yayasan untuk berbisnis tersebut sudah tidak ada lagi.
Baca juga: RUU TNI-Polri Disebut Bermasalah, Jokowi: Tanyakan ke DPR, Menko Polhukam
"Kalau dulu, TNI memiliki yayasan. Akhirnya lembaga lembaga yayasan yang cenderung digunakan untuk alat bisnis sudah tidak ada lagi di TNI," katanya.
Mantan Panglima TNI ini meminta semua pihak untuk ikut mengawal perkembangan dari revisi Undang-Undang TNI/Polri.
"Saya pikir semua dari kita ikut mengawal, ikut melihat perkembangannya. Saya selalu mengatakan masyarakat jangan terlalu kuatir. Bahwa TNI akan kembali, enggak," kata Moeldoko.
Moeldoko berharap masyarakat tidak perlu menanggapi secara berlebihan dan khawatir. Sebab, dirinya meyakini bahwa TNI saat ini ingin menjadi profesional.
Baca juga: KSAD Minta Masyarakat Tak Khawatir Usulan Larangan Tentara Berbisnis Dihapus di RUU TNI
"Kalau dulu masyarakat yang menginginkan TNI profesional. Sekarang justru TNI yang menginginkan, jadikan kami prajurit yang profesional. Syaratnya apa? Supaya kebutuhan alutsistanya dilengkapi, kesejahteraannya juga diperbaiki. Itu. Jadi menurut saya tidak perlu berlebihan menyikapi itu," katanya.
(abd)
Lihat Juga :