PKB Cari Kesamaan dengan PDIP di Pilgub Jatim, Tandingi Khofifah-Emil Dardak?
Minggu, 21 Juli 2024 - 17:26 WIB
loading...
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah memberikan keterangan kepada media di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2024). FOTO/MPI/DANANDAYA ARYA PUTRA
A
A
A
JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) sedang mencari kesamaan bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) untuk mengusung sosok calon yang akan berkontestasi di Pilgub Jawa Timur (Jatim). Kesamaan itu untuk menandingi pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jatim 2024.
Khofifah-Emil Dardak saat telah mendapatkan dukungan 8 partai yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, Partai Demokrat, PKS, PSI, PPP, dan Partai Perindo. Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah mengatakan, PKB dan PDIP tentunya memiliki basis elektoral yang besar dan berbeda. Namun irisan perbedaan dua partai itu dinilai masih berdekatan.
"Pendek kata, PDIP PKB mencoba mencari kesamaan sedekat mungkin untuk bisa ya memperkuat lah kemenangan kita di pilkada, termasuk di Jawa Timur," kata Luluk di kawasan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2024).
Dia menyebut alasan PKB dan PDIP tidak mendukung Khofifah karena tak menginginkan rakyat Jawa Timur dipimpin oleh pemimpin yang tersandera. Hal itu yang membuat pihaknya yakin nantinya bisa mengusung calon yang mampu mengalahkan Khofifah.
Khofifah-Emil Dardak saat telah mendapatkan dukungan 8 partai yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, Partai Demokrat, PKS, PSI, PPP, dan Partai Perindo. Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah mengatakan, PKB dan PDIP tentunya memiliki basis elektoral yang besar dan berbeda. Namun irisan perbedaan dua partai itu dinilai masih berdekatan.
"Pendek kata, PDIP PKB mencoba mencari kesamaan sedekat mungkin untuk bisa ya memperkuat lah kemenangan kita di pilkada, termasuk di Jawa Timur," kata Luluk di kawasan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2024).
Dia menyebut alasan PKB dan PDIP tidak mendukung Khofifah karena tak menginginkan rakyat Jawa Timur dipimpin oleh pemimpin yang tersandera. Hal itu yang membuat pihaknya yakin nantinya bisa mengusung calon yang mampu mengalahkan Khofifah.
Lihat Juga :