Sekjen PBNU Kasih 2 Pilihan kepada 5 Kader NU ke Israel: Mundur atau Diberhentikan dari Pengurus
Kamis, 18 Juli 2024 - 09:23 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan dua pilihan kepada lima kader NU yang sempat ke Israel. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan dua pilihan kepada lima kader NU yang sempat ke Israel. Dua pilihannya adalah mengundurkan diri atau diberhentikan dari pengurus.
“Pilihannya mengundurkan diri atau dimundurkan dari organisasi. Jadi saya minta mereka segera memilih,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/7/2024).
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga telah memanggil satu dari lima orang dimaksud. Sedangkan empat orang lainnya telah dipanggil oleh para ketua lembaga dan banom tempat mereka menjadi pengurus.
Baca juga: JK Bicara Kesalahan 5 Kader NU Bertemu Presiden Israel: Tersenyum saat Foto
“Satu orang telah dimintai keterangan oleh Ketum langsung dan sisanya sudah dimintai keterangan oleh ketua lembaga masing-masing,” kata Gus Ipul.
Dari hasil tabayun yang dilakukan, kepergian kelima orang ini ke Israel atas nama pribadi dan sama sekali tidak mewakili lembaga. Keberangkatan mereka ke Israel dibiayai oleh sebuah LSM yang dalam undangannya tertera agenda dialog antariman dan tidak ada jadwal untuk bertemu Presiden Israel.
“Pilihannya mengundurkan diri atau dimundurkan dari organisasi. Jadi saya minta mereka segera memilih,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/7/2024).
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga telah memanggil satu dari lima orang dimaksud. Sedangkan empat orang lainnya telah dipanggil oleh para ketua lembaga dan banom tempat mereka menjadi pengurus.
Baca juga: JK Bicara Kesalahan 5 Kader NU Bertemu Presiden Israel: Tersenyum saat Foto
“Satu orang telah dimintai keterangan oleh Ketum langsung dan sisanya sudah dimintai keterangan oleh ketua lembaga masing-masing,” kata Gus Ipul.
Dari hasil tabayun yang dilakukan, kepergian kelima orang ini ke Israel atas nama pribadi dan sama sekali tidak mewakili lembaga. Keberangkatan mereka ke Israel dibiayai oleh sebuah LSM yang dalam undangannya tertera agenda dialog antariman dan tidak ada jadwal untuk bertemu Presiden Israel.
Lihat Juga :