Mahasiswa Gaza Dapat Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis dari BSMI-Unibraw
Senin, 15 Juli 2024 - 16:26 WIB
loading...
Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dan Universitas Brawijaya menandatangani kerja sama untuk program pendidikan dokter spesialis (PPDS) bagi mahasiswa asal Palestina di Kampus Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Sabtu (13/7/2024). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dan Universitas Brawijaya (Unibraw/UB) menandatangani kerja sama untuk program pendidikan dokter spesialis (PPDS) bagi mahasiswa asal Palestina di Kampus Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Sabtu (13/7/2024). Kerja sama itu dilakukan dalam bentuk pemberian beasiswa pendidikan kepada dokter asal Palestina yang baru mengungsi dari Gaza dr Ikram Medhat Abbas.
Adapun kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) itu ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal BSMI Muhammad Rudi dan Sekretaris Universitas Brawijaya Dr Tri Wahyu Nugroho. MoU tersebut berlangsung di sela acara seminar internasional Solidarity and Humanity, Standing Together for Palestine yang dihadiri oleh berbagai pembicara dari Palestina, Malaysia dan Indonesia.
Ketua Umum Dewan Pimpinan National (DPN) BSMI Muhamad Djazuli Ambari berharap, acara tersebut menjadi momentum bagi kampus-kampus lain untuk memperjuangkan Palestina lewat program akademis. Dia mengungkapkan, UB bisa menjadi pelopor dalam mengorganisasikan kampus-kampus di seluruh dunia untuk berkontribusi dalam memberikan program pendidikan bagi Palestina.
Sementara itu, Ketua Tim UB-Palestine Solidarity Prof Setyo Widagdo mengungkapkan, jalinan kerja sama tersebut merupakan salah satu bentuk Tridharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Setyo menjelaskan, Program UB-Palestine Solidarity yang diinisiasi oleh Universitas Brawijaya sudah dijalankan sejak Desember 2023.
Melalui program tersebut, pihak universitas telah melakukan beberapa program seperti membantu mahasiswa Fakultas Teknik dari Palestina yang overstay, melakukan penggalangan dana senilai berkisar Rp700 juta, hingga melakukan penyuluhan, kampanye, dan pernyataan sikap atas isu Palestina.
Adapun kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) itu ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal BSMI Muhammad Rudi dan Sekretaris Universitas Brawijaya Dr Tri Wahyu Nugroho. MoU tersebut berlangsung di sela acara seminar internasional Solidarity and Humanity, Standing Together for Palestine yang dihadiri oleh berbagai pembicara dari Palestina, Malaysia dan Indonesia.
Ketua Umum Dewan Pimpinan National (DPN) BSMI Muhamad Djazuli Ambari berharap, acara tersebut menjadi momentum bagi kampus-kampus lain untuk memperjuangkan Palestina lewat program akademis. Dia mengungkapkan, UB bisa menjadi pelopor dalam mengorganisasikan kampus-kampus di seluruh dunia untuk berkontribusi dalam memberikan program pendidikan bagi Palestina.
Sementara itu, Ketua Tim UB-Palestine Solidarity Prof Setyo Widagdo mengungkapkan, jalinan kerja sama tersebut merupakan salah satu bentuk Tridharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Setyo menjelaskan, Program UB-Palestine Solidarity yang diinisiasi oleh Universitas Brawijaya sudah dijalankan sejak Desember 2023.
Melalui program tersebut, pihak universitas telah melakukan beberapa program seperti membantu mahasiswa Fakultas Teknik dari Palestina yang overstay, melakukan penggalangan dana senilai berkisar Rp700 juta, hingga melakukan penyuluhan, kampanye, dan pernyataan sikap atas isu Palestina.
Lihat Juga :