Pengamat Nilai Jusuf Hamka Tidak Sepenuhnya Diterima oleh KIM
Minggu, 14 Juli 2024 - 18:29 WIB
loading...
Pengamat Politik, Citra Institute, Efriza menilai sosok Jusuf Hamka tidak diterima oleh parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk pencalonan di Pilkada Jakarta. Foto/Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Politik, Citra Institute, Efriza menilai sosok Jusuf Hamka tidak diterima oleh parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk pencalonan di Pilkada Jakarta. Menurutnya, adanya wacana Kaesang Pangarep-Jusuf Hamka hanya cek ombak saja.
"Majunya Jusuf Hamka diyakini juga tidak akan sepenuhnya diterima oleh barisan partai politik pendukung Koalisi Indonesia Maju (KIM). Contoh saja, Partai Demokrat mengajukan beberapa nama dari kader-kadernya yang potensial di DKI Jakarta seperti Jansen Sitindaon, Mujipno, dan Ali Suharti," kata Efriza, Minggu (14/7/2024).
"Ini menunjukkan memang dinamika politik tentang nama pasangan calon baik gubernur dan wakil gubernur masih cair. Menunjukkan Pasangan Calon Kaesang-Jusuf Hamka sekadar narasi tes ombak yang dilakukan oleh Partai Golkar," sambungnya.
Menurutnya, Kaesang juga tidak tertarik dengan Jusuf Hamka di Pilkada Jakarta. Menurutnya, Kaesang lebih pas berpasangan dengan Ridwan Kamil lantaran popularitas dan elektabilitasnya lebih tinggi.
Baca juga: Jusuf Hamka Ungkap Tagline Ka’bah Disiapkan untuk Kaesang-Babah Alun
"Jika dicermati memang Kaesang meninjau dan melihat kans kemenangannya lebih besar jika bersama dengan Ridwan Kamil ketimbang dengan Jusuf Hamka. Sebab secara popularitas dan elektabilitas Ridwan Kamil lebih menjanjikan dibandingkan dengan Jusuf Hamka, meski Ridwan Kamil berada di posisi ketiga dari hasil survei di DKI Jakarta," kata Efriza.
Menurutnya, harus diakui Jusuf Hamka tidak begitu dikenal dan tidak disambut antusias oleh masyarakat. Sehingga, ini akan membuat Kaesang malah menjadi dilematis.
"Majunya Jusuf Hamka diyakini juga tidak akan sepenuhnya diterima oleh barisan partai politik pendukung Koalisi Indonesia Maju (KIM). Contoh saja, Partai Demokrat mengajukan beberapa nama dari kader-kadernya yang potensial di DKI Jakarta seperti Jansen Sitindaon, Mujipno, dan Ali Suharti," kata Efriza, Minggu (14/7/2024).
"Ini menunjukkan memang dinamika politik tentang nama pasangan calon baik gubernur dan wakil gubernur masih cair. Menunjukkan Pasangan Calon Kaesang-Jusuf Hamka sekadar narasi tes ombak yang dilakukan oleh Partai Golkar," sambungnya.
Menurutnya, Kaesang juga tidak tertarik dengan Jusuf Hamka di Pilkada Jakarta. Menurutnya, Kaesang lebih pas berpasangan dengan Ridwan Kamil lantaran popularitas dan elektabilitasnya lebih tinggi.
Baca juga: Jusuf Hamka Ungkap Tagline Ka’bah Disiapkan untuk Kaesang-Babah Alun
"Jika dicermati memang Kaesang meninjau dan melihat kans kemenangannya lebih besar jika bersama dengan Ridwan Kamil ketimbang dengan Jusuf Hamka. Sebab secara popularitas dan elektabilitas Ridwan Kamil lebih menjanjikan dibandingkan dengan Jusuf Hamka, meski Ridwan Kamil berada di posisi ketiga dari hasil survei di DKI Jakarta," kata Efriza.
Menurutnya, harus diakui Jusuf Hamka tidak begitu dikenal dan tidak disambut antusias oleh masyarakat. Sehingga, ini akan membuat Kaesang malah menjadi dilematis.
Lihat Juga :