Salah Tangkap Pegi Setiawan, IPW Nilai Polri Tidak Profesional

Sabtu, 13 Juli 2024 - 20:05 WIB
loading...
Salah Tangkap Pegi Setiawan,...
Pegi Setiawan digelandang polisi setelah ditetapkan tersangka kasus Vina Cirebon. Belakangan putusan praperadilan membebaskan Pegi Setiawan dari status tersangka. FOTO/DOK.MPI
A A A
JAKARTA - Ketua Indonesia Police Watch ( IPW ) Sugeng Teguh Santoso menilai kepolisian tidak profesional dalam penangkapan hingga penetapan Pegi Setiawan sebagai terasangka kasus pembunuhan Vina Cirebon. Hal itu menunjukan kepolisian bertindak tidak profesional.

"Salah tangkap itu menunjukkan bahwa aparat kepolisian tersebut tidak profesional, karena kalau dia profesional dia pasti menaati prosedur," kata Sugeng kepada MNC Portal, Sabtu (13/7/2024).

Padahal, kata Sugeng, Polri bisa dengan mudah menghindari salah tangkap tersebut, yakni dengan pemenuhan minimal dua alat bukti. "Jadi polisi di dalam melakukan pengungkapan kasus harus menggunakan prosedur secara ketat. Tahap demi tahap," katanya.



"Kalau mau menangkap seseorang, artinya orang tersebut sudah ditetapkan dulu sebagai tersangka, untuk menetapkan sebagai tersangka harus ada dua alat bukti serta identitas yang lengkap dan jelas," sambungnya.

Pengamat Minta Polri Akui Kesalahan dalam Kasus Salah Tangkap Pegi Setiawan

Sementara itu, pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto meminta Polri mengakui kesalahannya dalam penetapan tersangka Pegi Setiawan.

"Faktanya Polri tak pernah mengakui ada kesalahan yang dilakukan personel maupun organisasinya," kata Bambang kepada MNC Portal, Sabtu (13/7/2024).

Jika Polri tidak berani mengakui kesalahannya, Bambang menilai bahwa Korps Bhayangkara itu merupakan instansi yang tidak profesional dan terkesan arogan.

Baca juga: Pegi Setiawan Alami Penyiksaan saat Pemeriksaan: Muka Ditutup Kantong Kresek Hitam

"Tanpa mengakui kesalahan dalam mentersangkakan seseorang, atau menangkap seseorang, bisa diartikan bahwa perilaku yang tidak profesional, arogan, melakukan intimidasi, penyiksaan dan sebagainya adalah hal yang wajar (ditoleransi) oleh institusi Polri," katanya.

Menurutnya, selain mengakui kesalahan dan meminta maaf, Polri juga harus melakukan perbaikan subtansial agar kejadian serupa tak terulang.

"Minta maaf bisa jadi diperlukan. Tetapi itu saja tak cukup karena hanya seremonial saja bila tak diiringi dengan perbaikan yang lebih subtansial, yang diawali dengan pengakuan kesalahan," ucapnya.

MNC Portal telah mencoba menghubungi Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko guna meminta tanggapannya. Namun hingga berita ini dimuat, Trunoyudo belum merespons.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
Sadis! Perempuan Dibunuh...
Sadis! Perempuan Dibunuh dan Dibakar Mantan Pacar, Jasadnya Dibuang ke Sungai Enim
Rekomendasi
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Berita Terkini
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved