Jokowi Sebut Masih Ada Kepala Daerah Tak Bisa Jawab Soal Inflasi di Daerahnya
Rabu, 10 Juli 2024 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Jokowi menyebut, semua pihak patut bersyukur Indonesia mampu bertahan dari hambatan-hambatan dan tantangan-tantangan yang ada.
"Dan ekonomi kita masih tumbuh 5,11% di quartal 1 tahun 2024. sangat sulit sekarang ini negara-negara bertahan dengan growth di atas 5%. Coba nanti bapak ibu cek negara lain angkanya seperti apa. Dan juga inflasi yang bisa kita kendalikan terakhir di Juni 2,5% inflasi kita berkat bapak ibu sekalian yang selalu rapat dengan Mendagri setiap Senin, rutin setiap Minggu tapi hasilnya ada. Coba lihat Argentina cek inflasinya berapa, Turki inflasinya berapa, mengerikan sekali angkanya," sambungnya.
Di masa sulit saat ini, Jokowi ingin daya saing Indonesia pada World Competitiveness Ranking naik di angka 27. Menurutnya kenaikan tersebut tertinggi dibandingkan negara-negara lain.
"Ini saya lihat terus karena ke depan dalam kompetisi antarnegara itu bukan negara besar mengalahkan negara kecil. Sekali lagi tapi negara cepat yang akan kalahkan negara lambat dan kita ingin menjadi negara cepat itu, dalam pelayanan publik dalam mobilitas barang dan orang, kita inginkan itu," ungkapnya.
"Dan ekonomi kita masih tumbuh 5,11% di quartal 1 tahun 2024. sangat sulit sekarang ini negara-negara bertahan dengan growth di atas 5%. Coba nanti bapak ibu cek negara lain angkanya seperti apa. Dan juga inflasi yang bisa kita kendalikan terakhir di Juni 2,5% inflasi kita berkat bapak ibu sekalian yang selalu rapat dengan Mendagri setiap Senin, rutin setiap Minggu tapi hasilnya ada. Coba lihat Argentina cek inflasinya berapa, Turki inflasinya berapa, mengerikan sekali angkanya," sambungnya.
Di masa sulit saat ini, Jokowi ingin daya saing Indonesia pada World Competitiveness Ranking naik di angka 27. Menurutnya kenaikan tersebut tertinggi dibandingkan negara-negara lain.
"Ini saya lihat terus karena ke depan dalam kompetisi antarnegara itu bukan negara besar mengalahkan negara kecil. Sekali lagi tapi negara cepat yang akan kalahkan negara lambat dan kita ingin menjadi negara cepat itu, dalam pelayanan publik dalam mobilitas barang dan orang, kita inginkan itu," ungkapnya.
(cip)
Lihat Juga :